Fokus Berita – Israel kembali lancarkan teror di Gaza saat gencatan senjata rapuh

Warga Palestina yang mengungsi dari Kota Beit Hanoun di Jalur Gaza utara terlihat di sebuah jalan di Gaza City pada 18 Maret 2025. Israel melancarkan aksi pengeboman mematikan di seluruh Jalur Gaza pada Selasa (18/3) dini hari waktu setempat, hingga menewaskan lebih dari 400 orang, setelah negara tersebut bertekad akan mengintensifkan serangan jika Hamas tidak membebaskan para sandera yang masih ditawan di daerah kantong itu. Menyusul serangan mematikan tersebut, tentara Israel mengeluarkan peri...
Rentetan ledakan dahsyat menghancurkan ketenangan sebelum fajar di Gaza, membuat warga mengalami mimpi buruk yang mengingatkan mereka pada hari-hari awal konflik.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Jalan-jalan di Gaza kembali berguncang pada Selasa (18/3) saat rentetan ledakan dahsyat menghancurkan ketenangan sebelum fajar, membuat warga mengalami mimpi buruk yang mengingatkan mereka pada hari-hari awal konflik.Tanpa peringatan, pasukan Israel melancarkan sekitar 80 serangan udara di daerah kantong yang terkepung itu dalam waktu sekitar 10 menit. Rentetan serangan tersebut menewaskan lebih dari 400 orang dan melukai ratusan lainnya, demikian menurut otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza.Di kawasan permukiman yang berubah menjadi labirin puing-puing bangunan, paramedis mengais reruntuhan dengan tangan kosong, menarik jenazah dan korban luka dari rumah-rumah yang hancur. Dengan koridor yang dipenuhi para penyintas berlumuran darah, mayat, dan keluarga yang putus asa mencari orang-orang terkasih mereka, rumah sakit-rumah sakit mengalami kewalahan dan beroperasi tertatih-tatih di ambang kehancuran."Kami menghadapi bencana kesehatan yang nyata," tutur Mohammed Abu Salmiya, seorang pejabat kesehatan senior, kepada Xinhua. "Ruang gawat darurat penuh, peralatan medis langka, dan generator beroperasi dengan bahan bakar yang menipis."Serangan terbaru ini memicu kembali trauma kolektif. Hanan Muhanna, seorang ibu di Gaza City, sedang menyiapkan sahur, makanan yang disantap sebelum fajar saat bulan suci Ramadhan, ketika ledakan mengguncang rumahnya.
Foto yang diabadikan di sebuah rumah sakit di Gaza City pada 18 Maret 2025 ini menunjukkan warga Palestina berduka atas kematian para korban yang tewas akibat serangan udara Israel. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Orang-orang memeriksa kerusakan sebuah bangunan di kawasan permukiman Shuja'iyya di sebelah timur Gaza City pada 18 Maret 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

PBB: Harga komoditas di Sudan melonjak, pasokan medis menipis, ratusan ribu orang mengungsi
Indonesia
•
03 May 2023

Guterres sebut pengiriman bantuan yang efektif ke Gaza butuh gencatan senjata segera
Indonesia
•
27 Mar 2024

Krisis HIV di Fiji memburuk dengan peningkatan infeksi dan kematian anak yang mengkhawatirkan
Indonesia
•
01 Jul 2025

Zuckerberg konfirmasi Meta akan kembali lakukan PHK, kali ini 10.000 pekerja
Indonesia
•
15 Mar 2023
Berita Terbaru

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026

30.000 lebih pekerja layanan kesehatan gelar aksi mogok kerja di California, AS
Indonesia
•
27 Jan 2026
