
Imbas gejolak aksi unjuk rasa pro-Palestina di kampus, UCLA tunjuk kanselir baru

Para pekerja akademis melakukan aksi unjuk rasa di University of California Los Angeles (UCLA) di Los Angeles, California, Amerika Serikat (AS), pada 28 Mei 2024. (Xinhua/Zeng Hui)
Respons kontroversial University of California (UC) terhadap unjuk rasa pro-Palestina memicu aksi mogok kerja bergilir saat para tenaga akademis di enam dari 10 kampus dalam sistem UC, termasuk UCLA, meninggalkan pekerjaan mereka.
Los Angeles, AS (Xinhua) – University of California Los Angeles (UCLA) pada Rabu (12/6) mengumumkan bahwa pihaknya telah menunjuk kanselir baru untuk universitas negeri berperingkat pertama di Amerika Serikat (AS) itu, menyusul gejolak di kampus itu terkait unjuk rasa pro-Palestina.Julio Frenk, yang saat ini menjabat sebagai Presiden Universitas Miami, akan mulai menjalankan jabatannya sebagai kanselir ketujuh kampus tersebut pada 1 Januari 2025 mendatang, seperti diumumkan oleh UCLA dalam sebuah pernyataan.Frenk akan menjadi warga Hispanik atau Latin pertama yang memimpin kampus elite di Los Angeles tersebut dalam 105 tahun sejarahnya. Penunjukan itu menandai puncak dari seleksi internasional selama tujuh bulan oleh komite beranggotakan 17 orang yang meliputi Presiden University of California (UC) Michael Drake, para dekan UC dan perwakilan dosen, staf, mahasiswa, alumni, dan yayasan UCLA.Frenk, warga AS yang berasal dari Meksiko, merupakan seorang peneliti kesehatan masyarakat global terkemuka, menurut pernyataan itu.Sejak 2015, Frenk telah memimpin Universitas Miami, sebuah lembaga swasta yang memiliki lebih dari 17.000 mahasiswa. Sebelumnya, dia pernah menjabat sebagai dekan T.H. Chan School of Public Health di Harvard dan menteri kesehatan nasional Meksiko.Frenk akan menggantikan Gene Block, yang menjabat sebagai kanselir UCLA selama 17 tahun. Block menuai kritik atas responsnya terkait aksi unjuk rasa pro-Palestina di kampus tersebut."Pada saat momen krusial bagi pendidikan tinggi ini, kembali ke sektor publik untuk memimpin salah satu universitas riset terbaik di dunia ... merupakan peluang yang menarik sekaligus kehormatan besar bagi saya," tutur Frenk dalam pernyataannya."Saya kira kita sedang berada pada momen yang sangat penting dalam pendidikan tinggi. Terjadi penurunan kepercayaan terhadap lembaga secara umum, termasuk lembaga pendidikan tinggi," kata Frenk, sembari menyatakan bahwa "Tantangan terbesar bagi kita adalah untuk menegaskan kembali nilai kita kepada masyarakat, kita harus terus mendapatkan kepercayaan itu. Namun, peluangnya sangat besar."
Aksi unjuk rasa pro-Palestina digelar di dalam kampus Massachusetts Institute of Technology di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (AS), pada 3 Mei 2024. (Xinhua/Ziyu Julian Zhu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

8 makanan kaya magnesium untuk kesehatan tubuh dan otak
Indonesia
•
05 Jun 2022

Pakistan verifikasi 241,49 juta jiwa populasi dalam sensus ketujuh
Indonesia
•
08 Aug 2023

Messi ungkapkan kepedihan yang "luar biasa" usai Argentina kalah di final Piala Dunia
Indonesia
•
21 Jul 2026

Populasi Jepang turun di seluruh 47 prefekturnya untuk kali pertama
Indonesia
•
01 Aug 2023


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
