19 orang tewas akibat pengeboman Israel, seorang bayi meninggal akibat kedinginan di Gaza

Orang-orang terlihat di lokasi sejumlah tenda yang hancur akibat aksi pengeboman Israel di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 4 Januari 2025. Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza bertambah menjadi 45.717, menurut pernyataan otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza pada Sabtu (4/1). (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Rumah Sakit Al-Awda mengatakan bahwa 40 orang, yang kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, terluka setelah satu pesawat nirawak (drone) Israel menjatuhkan sebuah bom peledak di halaman sekolah yang menampung pengungsi di sebelah barat kamp al-Nuseirat di Gaza tengah.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Sedikitnya 19 warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di seluruh Gaza, sementara seorang bayi meninggal dunia akibat kedinginan pada Senin (6/1), ungkap sumber Palestina.Delapan warga Palestina, termasuk seorang wanita, seorang anak, dan dua saudara kembar, tewas dan 15 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel yang menargetkan tiga rumah di Gaza City dan Jabalia di Jalur Gaza bagian utara, ungkap Mahmoud Basal, juru bicara untuk Pertahanan Sipil Palestina di Gaza, kepada Xinhua.Empat orang lainnya tewas akibat pengeboman Israel yang menargetkan sebuah rumah di kamp pengungsi Bureij di Gaza tengah, kata Basal.Rumah Sakit Al-Awda dalam sebuah pernyataan pers mengatakan bahwa 40 orang, yang kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, terluka setelah satu pesawat nirawak (drone) Israel menjatuhkan sebuah bom peledak di halaman sekolah yang menampung pengungsi di sebelah barat kamp al-Nuseirat di Gaza tengah.Kompleks Medis Nasser di Khan Younis, Gaza selatan, menyebutkan dalam sebuah pernyataan bahwa tujuh orang, termasuk dua anak-anak, tewas akibat serangan udara dan penembakan artileri Israel di Kota Rafah yang bertetangga dengan Khan Younis.Sementara itu, otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza dalam sebuah pernyataan pers mengatakan bahwa Youssef Kalloub, seorang bayi berusia 35 hari, meninggal dunia akibat kedinginan pada Senin yang sama.Dalam sebuah pernyataan, kantor media pemerintah Gaza yang dikelola Hamas memperingatkan bahwa jumlah tersebut kemungkinan besar akan meningkat karena kondisi berat yang dialami oleh para pengungsi di Gaza.Pernyataan tersebut mendesak komunitas internasional untuk memaksa Israel menghentikan perang dan mengakhiri "dampak serius" yang ditimbulkan perang, sembari menyerukan kepada negara-negara Arab agar memberikan lebih banyak bantuan kemanusiaan ke daerah kantong tersebut di tengah cuaca dingin dan kurangnya tempat berlindung.Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Hamas di Gaza untuk membalas serangan Hamas di perbatasan Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan sekitar 1.200 orang tewas dan sekitar 250 lainnya disandera.Jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan Israel yang masih berlangsung telah bertambah menjadi 45.854 orang, kata otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza dalam sebuah pernyataan pada Senin.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Universitas di China gelar pesta makan gratis dengan 2,5 ton ikan
Indonesia
•
30 Dec 2023

Pejabat Yordania sebut KTT Media Dunia hadirkan peluang untuk media digital
Indonesia
•
07 Dec 2023

Feature – Teknologi AI buka prospek baru bagi perawatan lansia di China
Indonesia
•
02 Jul 2024

Arab Saudi tingkatkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja
Indonesia
•
16 Nov 2021
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Australia pantau ketat wabah virus Nipah
Indonesia
•
30 Jan 2026
