Warga keturunan Asia di California khawatir jadi korban kekerasan bersenjata

Orang-orang menyalakan lilin untuk mengenang para korban penembakan massal di depan Balai Kota Monterey Park, California, Amerika Serikat, pada 23 Januari 2023. (Xinhua)
Warga Amerika keturunan Asia di Negara Bagian California, Amerika Serikat, memiliki tingkat kekhawatiran yang jauh lebih tinggi atas kemungkinan menjadi korban kekerasan bersenjata dan kejahatan kebencian dibandingkan kelompok ras dan etnis lainnya.
San Francisco, AS (Xinhua) – Warga keturunan Asia di Negara Bagian California, Amerika Serikat (AS), memiliki tingkat kekhawatiran yang jauh lebih tinggi atas kemungkinan menjadi korban kekerasan bersenjata dan kejahatan kebencian dibandingkan kelompok ras dan etnis lainnya, demikian menurut sebuah laporan oleh Pusat Penelitian Kebijakan Kesehatan University of California, Los Angeles (UCLA) dan Asian Americans and Pacific Islanders (AAPI) Data.Dua pertiga warga keturunan Asia, dan persentase serupa dari Penduduk Asli Hawaii dan Kepulauan Pasifik, mengatakan mereka "sangat khawatir" atau "agak khawatir" menjadi korban kekerasan bersenjata, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata 43 persen warga California dari semua kelompok ras, menurut laporan yang dirilis pada Selasa (7/2) itu.Sebagai perbandingan, 49 persen responden Hispanik, 45 persen responden kulit hitam, dan 30 persen responden kulit putih mengatakan mereka "sangat khawatir" atau "agak khawatir" menjadi korban kekerasan bersenjata, papar temuan laporan itu.Laporan tersebut mengutip hasil dari Survei Wawancara Kesehatan California 2021, survei tahunan UCLA yang mewawancarai lebih dari 20.000 rumah tangga di California.Di kalangan warga keturunan Asia, warga keturunan Korea melaporkan tingkat kekhawatiran paling tinggi terhadap kekerasan bersenjata, dengan 70 persen warga mengungkapkan mereka "sangat khawatir" atau "agak khawatir" mengenai hal itu. Disusul warga keturunan Filipina dan China dengan 66 persen dan warga keturunan Vietnam dengan 62 persen, menurut laporan tersebut.Beberapa faktor kemungkinan berkontribusi pada tingkat kekhawatiran warga keturunan Asia yang lebih tinggi terhadap kekerasan bersenjata, termasuk laporan kejahatan kebencian dan insiden kebencian terhadap warga keturunan Asia selama pandemik, kata Karthick Ramakrishnan, pendiri AAPI Data yang juga profesor ilmu kebijakan publik di UC Riverside.Satu dari empat warga Amerika keturunan Asia di California pernah mengalami kejahatan kebencian atau insiden kebencian, dengan warga keturunan Asia Tenggara melaporkan tingkat pengalaman kebencian tertinggi dengan persentase 44 persen, menurut laporan tersebut.
Orang-orang menghadiri acara penyalaan lilin bertajuk "Stop Asian Hate" di taman kota Alhambra, Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 20 Maret 2021. (Xinhua)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Gubernur California perintahkan pejabat negara bagian tangani perkemahan tunawisma
Indonesia
•
27 Jul 2024

KFC Australia pakai kubis untuk burger karena harga selada naik
Indonesia
•
09 Jun 2022

Cendekiawan dan tokoh agama Islam dunia kunjungi Xinjiang, China
Indonesia
•
15 Jan 2023

Delhi catat rekor hari terpanas pada musim ini, sentuh 47,4 derajat Celsius
Indonesia
•
19 May 2024
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026
