
Rusia dan Ukraina saling tuding langgar gencatan senjata saat Paskah Ortodoks

Seorang pria mengamati sebuah bangunan tempat tinggal yang rusak setelah serangan 'drone' dan rudal besar-besaran oleh Rusia, di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua/Li Dongxu)
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia dan Ukraina pada Ahad (12/4) saling melempar tudingan bahwa pihak satunya melanggar gencatan senjata Paskah Ortodoks, seiring kedua belah pihak melaporkan pertempuran masih terus berlanjut meski gencatan senjata selama 32 jam telah diumumkan.
Kementerian Pertahanan Rusia menuduh pasukan Ukraina melanggar gencatan senjata sebanyak 1.971 kali sejak Sabtu (11/4) pukul 16.00 hingga Ahad pukul 08.00 waktu Moskow.
Pasukan Ukraina melancarkan tiga serangan pada malam hari terhadap posisi-posisi pasukan Rusia di dua permukiman di wilayah Dnipropetrovsk, kata kementerian tersebut. Pasukan Rusia juga berhasil menggagalkan empat upaya Ukraina untuk maju ke posisi pasukan mereka di wilayah Sumy dan Donetsk, imbuh kementerian.
Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, serangan Ukraina juga menargetkan wilayah perbatasan, yang mengakibatkan warga sipil terluka.
Pada hari yang sama, Ukraina juga menuduh Rusia melanggar gencatan senjata.
"Hingga 12 April pukul 07.00 waktu setempat, tercatat ada 2.299 pelanggaran gencatan senjata," papar Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina di Facebook.
Pihaknya menambahkan bahwa Rusia telah melancarkan puluhan serangan udara dan menembaki daerah berpenduduk, posisi-posisi pasukan Ukraina, serta wilayah perbatasan.
Penembakan oleh pasukan Rusia di wilayah perbatasan Sumy telah menyebabkan jatuhnya korban, demikian dilaporkan kantor berita Ukrinform.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (9/4) mengumumkan gencatan senjata Paskah Ortodoks dengan Ukraina mulai Sabtu pukul 16.00 waktu setempat hingga penghujung Ahad.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu mengatakan Ukraina bermaksud mematuhi gencatan senjata dan akan membalas "dengan setimpal." Dia menambahkan bahwa kemungkinan untuk memperpanjang gencatan senjata hingga setelah Paskah telah disampaikan kepada pihak Rusia.
Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi milik pemerintah yang dirilis pada Ahad, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan Rusia akan melanjutkan operasi militer khususnya setelah gencatan senjata berakhir, kecuali jika Zelensky "mengumpulkan keberanian" untuk berdamai.
Paskah Ortodoks merupakan salah satu hari raya keagamaan paling penting bagi umat Kristen Ortodoks Timur. Gencatan senjata Paskah serupa yang diumumkan tahun lalu juga diwarnai aksi saling tuding antara kedua belah pihak terkait pelanggaran, dan gencatan senjata tersebut tidak diperpanjang setelah masa berlakunya berakhir.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Siapkan rudalnya, Iran bersumpah akan balas AS dan Israel jika diserang
Indonesia
•
05 May 2025

Rusia masukkan Yunani, Denmark, Slovakia, Slovenia, Kroasia dalam daftar negara tak bersahabat
Indonesia
•
22 Jul 2022

Negara-negara Eropa imbau warganya tinggalkan Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan regional
Indonesia
•
09 Aug 2024

Jerman akan kirim personel militer ke Greenland untuk misi multinasional
Indonesia
•
15 Jan 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
