Trump potong anggaran institusi pendanaan ilmu pengetahuan terkemuka di AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjalan menuju South Lawn di Gedung Putih, Washington DC, AS, pada 15 Juli 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
National Science Foundation menandatangani sebuah surat yang mengecam kebijakan dan tindakan pemerintahan Trump di bidang ilmu pengetahuan, yang menurut mereka telah melemahkan salah satu institusi pendanaan ilmu pengetahuan terkemuka di AS tersebut.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 140 pegawai National Science Foundation (NSF) Amerika Serikat (AS) menandatangani sebuah surat yang mengecam kebijakan dan tindakan pemerintahan Trump di bidang ilmu pengetahuan, yang menurut mereka telah melemahkan salah satu institusi pendanaan ilmu pengetahuan terkemuka di AS tersebut.Dalam sebuah surat pada Senin (21/7) yang ditujukan kepada Zoe Lofgren, seorang anggota senior Komite Ilmu Pengetahuan, Antariksa, dan Teknologi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, para ilmuwan itu menuduh pemerintahan Trump secara tiba-tiba memberhentikan staf, menahan dana penelitian yang sangat penting, dan secara drastis memotong anggaran NSF.Karena khawatir akan adanya tindakan balasan, semua tanda tangan karyawan, kecuali satu, telah ditahan.Para penanda tangan mengutarakan kekhawatiran mereka terhadap serangkaian tindakan "bermotif politik" dan "diragukan secara hukum" yang diambil pemerintahan Trump. Tindakan itu mengancam integritas NSF dan merusak perlindungan pegawai negeri sipil yang dijamin oleh undang-undang federal.Surat tersebut mendesak Kongres AS untuk mempertahankan misi dan tenaga kerja NSF, menegaskan kembali kemandirian ilmiahnya, serta mempertahankan dukungan untuk penelitian yang vital bagi kemakmuran dan keamanan nasional.Pernyataan ini menyusul surat protes serupa yang dirilis bulan lalu oleh para ilmuwan dan staf di Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) serta karyawan di Badan Perlindungan Lingkungan (Environmental Protection Agency/EPA), serta Deklarasi Voyager yang baru-baru ini ditandatangani oleh ilmuwan aktif maupun mantan ilmuwan NASA.Para pakar mengatakan bahwa tindakan kolektif ini mewakili gelombang protes yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan pegawai badan ilmiah federal AS.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

China siap kembangkan kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan Australia
Indonesia
•
03 Feb 2023

Hunter Biden akui bersalah dalam sidang penggelapan pajak di Los Angeles, AS
Indonesia
•
08 Sep 2024

Militer Ukraina konfirmasi jatuhnya pesawat jet tempur F-16
Indonesia
•
31 Aug 2024

Jaksa Agung AS peringatkan meningkatnya ancaman terkait konflik Israel-Hamas
Indonesia
•
26 Oct 2023
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
