Sambaran petir tewaskan 40 orang di Kamboja dalam 9 bulan pertama 2025

sambaran petir di kamboja

Kilatan petir muncul di langit saat badai petir di Distrik Haidian, Beijing, ibu kota China, pada 13 Mei 2025. (Xinhua/Hu Jingwen)

Sambaran petir di Kamboja tewaskan 40 orang dalam 9 bulan pertama 2025. Sebanyak 58 orang luka dan warga diminta waspada saat hujan badai.

Phnom Penh, Kamboja (Xinhua/Indonesia Window) – Sambaran petir di Kamboja telah menewaskan 40 orang dalam sembilan bulan pertama 2025, turun 26 persen dari 54 kematian pada periode yang sama tahun lalu, demikian disampaikan juru bicara (jubir) badan penanggulangan bencana negara itu pada Kamis (2/10).

"Di antara korban tewas sepanjang tahun ini terdapat 13 perempuan dan 13 anak-anak," ujar Soth Kim Kolmony, jubir Komite Nasional untuk Penanggulangan Bencana (National Committee for Disaster Management/NCDM) Kamboja, kepada Xinhua.

Selain menimbulkan korban jiwa, petir juga melukai 58 orang lainnya dan membunuh 71 ekor ternak pada periode Januari-September tahun ini, tambahnya.

Sejumlah provinsi dengan jumlah kasus sambaran petir tertinggi adalah Siem Reap, Battambang, Banteay Meanchey, dan Preah Sihanouk, sebutnya.

"Untuk menghindari bahaya sambaran petir, masyarakat, terutama yang tinggal di daerah pedesaan, disarankan untuk tetap berada di dalam rumah atau tempat berlindung saat terjadi badai atau hujan," kata Kolmony.

Selain korban jiwa akibat sambaran petir, kebakaran juga menewaskan 27 orang, sementara badai merenggut nyawa sembilan orang dalam sembilan bulan pertama tahun ini, menurut sang jubir.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait