
Sambut Ramadhan, Presiden Prabowo doakan keselamatan dan persatuan bangsa

Presiden Prabowo mendo'akan rakyat Indonesia dalam kegiatan Istighosah kubro dan pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. (Kementerian Agama RI)
Bulan suci Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan momentum bagi bangsa untuk kembali merenung dan mempererat tali persaudaraan.
Jakarta (Indonesia Window) - Presiden Prabowo Subianto mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa berada dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta'ala menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, 1447 Hijriah.
Doa tersebut disampaikan presiden dalam taklimat pada Istighasah Kubra dan pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, di Masjid Istiqlal, pada Sabtu, (7/2/2026), ungkap Kementerian Agama RI dalam situs jejaringnya yang dikutip Indonesia Window pada Ahad.
Presiden Prabowo mengingatkan seluruh jamaah menjelang kedatangan bulan penuh keberkahan untuk mempersiapkan batin dengan memperkuat niat dan kesucian hati, serta berdo'a agar selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa ta'ala .
"Mari kita terus bersatu, mari kita bertekad, kita berdoa selalu. Bangsa kita berada dalam perlindungan Allah Subhanahu wa ta'ala," ucap Presiden.
Bagi Presiden, bulan suci Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan momentum bagi bangsa untuk kembali merenung dan mempererat tali persaudaraan.
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu dan memupuk tekad yang kuat dalam membangun negeri, seraya menekankan bahwa kekuatan sebuah bangsa terletak pada kerukunan rakyatnya.
Kepala negara lalu menyampaikan harapan agar bangsa Indonesia dijauhkan dari segala bentuk perpecahan dan bencana.
"Bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan bencana. Kita selesaikan semua perbedaan dengan baik, dengan musyawarah mufakat. Dan semoga Allah Subhanahu wa ta'ala senantiasa memberi rahmat serta ridhonya bagi bangsa kita dan bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden mendoakan agar rahmat dan rida Allah SWT senantiasa menyertai langkah setiap individu rakyat Indonesia. Keberkahan yang diharapkan tidak hanya untuk kesejahteraan materi, tetapi juga ketenangan batin bagi seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Presiden meyakini bahwa dengan rahmat Tuhan, Indonesia akan mampu menghadapi segala ujian zaman.
Presiden juga memberikan apresiasi tinggi atas peran para ulama dalam menjaga kesejukan suasana di tengah masyarakat. Kehadiran pemimpin di acara istighasah ini mempertegas komitmen pemerintah untuk selalu menyelaraskan kebijakan negara dengan doa dan bimbingan spiritual.
Hal tersebut diharapkan menciptakan harmoni antara kepemimpinan nasional dan nilai-nilai religiusitas.
Presiden Prabowo optimistik bahwa bangsa Indonesia akan memasuki bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan tekad yang baru.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia rekomendasikan 7 agenda Bali untuk ketahanan berkelanjutan
Indonesia
•
30 May 2022

Produk Polandia yang masuk Indonesia dipastikan memenuhi standar halal
Indonesia
•
26 Oct 2022

Pemerintah resmikan proyek pengembangan Lapangan Merakes senilai 1,3 miliar dolar AS
Indonesia
•
08 Jun 2021

PTDI ekspor CN235-220 ke Senegal
Indonesia
•
23 Mar 2021


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
