
Sampel eksperimen ilmiah dari stasiun luar angkasa China tiba di Bumi

Kapsul pembawa pulang (return capsule) pesawat luar angkasa berawak Shenzhou-14 mendarat dengan selamat di situs pendaratan Dongfeng di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 4 Desember 2022. (Xinhua/Ren Junchuan)
Sampel eksperimen pertumbuhan tanaman di luar angkasa tiba di Bumi, setelah menjalani proses budi daya selama 120 hari di stasiun luar angkasa China Tiangong.
Beijing, China (Xinhua) – Gelombang ketiga sampel eksperimen ilmiah luar angkasa dari stasiun luar angkasa China Tiangong tiba di Beijing pada Senin (5/12), menyusul kepulangan kru Shenzhou-14.Sampel eksperimen pertumbuhan tanaman yang dibawa pulang itu meliputi tiga kantung berpendingin berisi padi dan tanaman Arabidopsis, dan satu tas berisi empat kotak material tanpa wadah. Sampel-sampel ini dikirim ke Pusat Teknologi dan Teknik untuk Pemanfaatan Luar Angkasa yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS).Benih dari kedua sampel tanaman tersebut menjalani proses budi daya selama 120 hari di Tiangong. Tim ilmuwan akan menganalisis efek dari mikrogravitasi di luar angkasa terhadap sampel itu, papar CAS.Kabinet eksperimen untuk material tanpa wadah di Tianhe, modul inti di stasiun luar angkasa itu, adalah yang pertama di China dan kedua di dunia dari jenisnya yang digunakan di orbit. Kabinet ini telah beroperasi di luar angkasa selama lebih dari 590 hari, menuntaskan eksperimen terhadap tujuh kotak material di orbit.
Foto yang diabadikan pada 29 Agustus 2022 ini menunjukkan unit eksperimental dari sampel benih Arabidopsis yang sama dengan yang digunakan di modul laboratorium Wentian China, di Center for Excellence in Molecular Plant Sciences yang berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS) di Shanghai, China timur. (Xinhua/Zhang Jiansong)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Situs berskala besar dari Zaman Neolitikum Akhir ditemukan di China selatan
Indonesia
•
19 Aug 2024

Ilmuwan temukan spesies nyamuk Papua Nugini yang hilang 90 tahun lalu di Australia
Indonesia
•
09 Jun 2022

Satelit observasi Bumi hiperspektral milik China mulai digunakan
Indonesia
•
06 Apr 2023

Tim peneliti China rancang sistem AI-Chemist untuk fasilitasi eksperimen kimia
Indonesia
•
20 Oct 2022


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
