
Proyek produksi uranium alam terbesar di China mulai dibangun

Foto dari udara yang diabadikan pada 8 Juli 2023 ini memperlihatkan perusahaan teknologi material baru Jiutai di wilayah Jungar, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/Liu Lei)
Proyek produksi uranium alam terbesar di China, yang terletak di Ordos, Daerah Otonom Mongolia Dalam, dapat mengekstraksi uranium melalui sirkulasi loop tertutup larutan uranium tanpa mengangkat bijih ke permukaan untuk diproses.
Beijing, China (Xinhua) – Proyek produksi uranium alam terbesar di China mulai dibangun pada Jumat (12/7) di Ordos, Daerah Otonom Mongolia Dalam, demikian menurut Otoritas Energi Atom China (China Atomic Energy Authority/CAEA).Sebagai bagian dari rencana pengembangan industri nuklir CAEA, proyek tersebut dikembangkan oleh China National Nuclear Corporation. Proyek itu akan menjadi sebuah basis produksi uranium alam dengan standar tertinggi, mengutamakan operasional yang ramah lingkungan, ekonomis, cerdas, dan efisien.Proyek tersebut akan mengadopsi sebuah proses penambangan canggih yang menggunakan pencucian (leaching) karbon dioksida dan oksigen. Tidak seperti metode penambangan bawah tanah konvensional, teknik ini dapat mengekstraksi uranium melalui sirkulasi loop tertutup larutan uranium tanpa mengangkat bijih ke permukaan untuk diproses.Melalui metode ini, produksi uranium alam dapat mencapai nol emisi limbah air, gas, dan padat, sehingga mendorong operasional berkelanjutan dengan emisi rendah karbon.Proyek itu juga akan mengintegrasikan berbagai teknologi canggih seperti otomatisasi, kendali jarak jauh dan terpusat, serta analisis mahadata (big data) untuk mewujudkan analisis operasional cerdas dan penambangan presisi.Setelah rampung, proyek tersebut akan semakin meningkatkan kapasitas untuk pasokan uranium alam China, serta meningkatkan kemampuan inovasi independen industri uranium alam dan daya saing internasionalnya, kata CAEA.Uranium alam adalah landasan material untuk pengembangan industri nuklir China dan merupakan sebuah sumber daya strategis dan mineral energi yang penting untuk menjamin keamanan nasional.Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di China Daratan mencapai 440.000 gigawatt-jam (GWh) pada 2023, menyumbang hampir 5 persen dari total output listrik nasional. Negara itu telah membentuk sebuah sistem rantai industri nuklir yang mandiri dan komprehensif, memastikan pasokan bahan bakar nuklir yang aman dan stabil.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan China temukan ‘efek roket’ yang dorong pergerakan bongkahan batu di permukaan komet
Indonesia
•
20 Feb 2025

Peneliti China temukan spesies baru gurita dumbo
Indonesia
•
02 Aug 2025

Provinsi Gansu di China buat arsip digital untuk lukisan batu kuno
Indonesia
•
14 Jun 2023

Para taikonaut Shenzhou-16 lakukan jumpa pers usai kembali dari luar angkasa
Indonesia
•
21 Jan 2024


Berita Terbaru

Peneliti China kembangkan baterai lithium-sulfur baru untuk bantu ‘drone’ terbang lebih jauh
Indonesia
•
12 May 2026

Aplikasi AI Libra dukung aktivitas korporasi dan bisnis
Indonesia
•
12 May 2026

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026
