
Sekjen PBB prihatin atas insiden penembakan massal di Thailand

Seorang petugas polisi berjaga di pusat penitipan anak tempat insiden penembakan massal terjadi di Provinsi Nong Bua Lamphu, Thailand, pada 6 Oktober 2022. (Xinhua)
Insiden penembakan massal di Thailand, yang menewaskan 38 orang termasuk anak-anak, telah memicu kecaman keras dari sejumlah badan PBB.
PBB (Xinhua) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres terkejut sekaligus prihatin atas insiden penembakan massal yang mengerikan di sebuah fasilitas penitipan anak di Thailand timur laut, kata juru bicara (jubir) sang sekjen pada Kamis (6/10)."Sekjen menyampaikan rasa belasungkawa kepada para keluarga korban dan berharap mereka yang mengalami luka-luka agar cepat pulih," kata Stephane Dujarric, Jubir Sekjen PBB Antonio Guterres, dalam sebuah pernyataan.Sedikitnya 38 orang tewas dalam insiden penembakan massal di sebuah tempat penitipan anak di Provinsi Nong Bua Lamphu di Thailand timur laut pada Kamis (6/10), yang mayoritas merupakan anak-anak, papar pihak berwenang setempat.Polisi mengidentifikasi si penyerang sebagai seorang mantan polisi, yang dikabarkan bunuh diri tak lama setelah insiden tersebut.Serangan mengerikan itu memicu kecaman keras dari sejumlah badan PBB.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres berbicara kepada awak media di markas besar PBB di New York City pada 3 Oktober 2022. (Xinhua/Xie E)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kedutaan Besar Iran sampaikan perkembangan kasus tewasnya Mahsa Amini
Indonesia
•
30 Sep 2022

Feature – ‘Desa Indonesia’ di Hainan lestarikan budaya khas Indonesia di China
Indonesia
•
01 Mar 2024

Klinik herbal tabib Rochi tangani pasien dengan terapi holistik
Indonesia
•
03 Sep 2024

Vietnam punya 23 rumah sakit untuk transplantasi organ
Indonesia
•
12 Jun 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
