
Bagian Tembok Besar berusia sekitar 2.000 tahun ditemukan di China barat laut

Tim survei arkeologi mempelajari sebuah bagian Tembok Besar di wilayah Jingyuan, Kota Baiyin, Provinsi Gansu, China barat laut, pada 19 April 2025. (Xinhua)
Sembilan bagian Tembok Besar yang diyakini berusia lebih dari 2.000 tahun ditemukan di Provinsi Gansu, China barat laut.
Lanzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sembilan bagian Tembok Besar yang diyakini berusia lebih dari 2.000 tahun ditemukan di Provinsi Gansu, China barat laut, menurut tim arkeolog setempat.Bagian-bagian tersebut ditemukan di wilayah Jingyuan, Kota Baiyin. Berdasarkan sejumlah karakteristik seperti ketebalan lapisan tanah yang dipadatkan (rammed earth), tim arkeolog awalnya menyimpulkan tembok-tembok ini dibangun pada masa Dinasti Qin (221-207 SM).Di antara bagian-bagian tersebut terdapat Tembok Besar Yingu, di mana warna loess pada lapisan tanah yang dipadatkan di sisi timur dan barat berbeda, menunjukkan bahwa bagian-bagian itu dibangun pada waktu yang berbeda, menurut Du Baoze dari kantor perlindungan peninggalan budaya Jingyuan.Bagian tembok lainnya di sisi timur, yang menyerupai gundukan, memiliki tinggi 5,2 meter, lebar 4,5 meter, dan panjang 11 meter. Dengan membandingkannya dengan menara suar yang dibangun pada masa Dinasti Ming (1368-1644), para arkeolog meyakini tembok tersebut menunjukkan karakteristik Tembok Besar Qin, sementara sisi barat tampaknya diperbaiki pada masa Dinasti Ming.Bagian-bagian Tembok Besar Yushugou, Longhuangshui, dan Huangtianqi memiliki struktur dinding batu yang sama, menunjukkan bahwa ketiganya dibangun pada periode yang sama. Sebagian besar tembok batu ini dibangun di area yang bernilai strategis, sering kali di antara ngarai atau pada medan yang memberikan keuntungan pertahanan alami. Hal ini sesuai dengan karakteristik khas Tembok Besar Qin, yang dirancang mengikuti kontur medan, memungkinkan para pembangun memanfaatkan pertahanan alami sambil meminimalkan upaya konstruksi.Penemuan ini dilakukan dalam survei warisan budaya nasional keempat, yang diluncurkan pada 2023 dan akan berlangsung hingga 2026. Survei yang sedang berlangsung ini merupakan survei warisan budaya nasional pertama China dalam lebih dari satu dekade.Menurut Zhang Hongwei, selaku pemandu tim survei arkeologi di Jingyuan sekaligus peneliti setempat, bagian-bagian Tembok Besar dari berbagai periode dalam sejarah China berfungsi layaknya sebuah museum. "Mempelajari reruntuhan Tembok Besar sangat penting untuk memahami fitur-fitur historis pada masa-masa tersebut, hubungan antarkelompok etnis, dan geografi China kuno," ujarnya.Tembok Besar, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO, terdiri dari banyak tembok yang saling terhubung, beberapa di antaranya berusia lebih dari 2.000 tahun.Bagian tertua dari Tembok Besar dibangun pada masa pemerintahan kaisar pertama Dinasti Qin, yang memerintahkan pembangunannya sebagai pertahanan terhadap suku-suku dari utara.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Robot anjing China curi perhatian dalam pameran media Arab Saudi
Indonesia
•
22 Feb 2025

SpaceX bakal luncurkan misi baru untuk ‘spacewalk’ komersial pertama dalam sejarah
Indonesia
•
28 Aug 2024

China bangun stasiun cuaca tertinggi di Pegunungan Kunlun
Indonesia
•
25 Oct 2023

Konferensi Robot Dunia 2023 akan digelar di Beijing
Indonesia
•
06 Jul 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
