
Feature – Seniman Palestina ini tuangkan realitas perang di Gaza dalam karya seni

Seniman Palestina Basel al-Maqousi menggambar di dalam tendanya di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 4 Juli 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Seniman Palestina Basel al-Maqousi masih tak percaya Gaza City yang cantik di Gaza tengah itu telah hancur, sementara konflik membuatnya makin waspada dan gelisah, hingga terkadang dia tidak dapat mengendalikan reaksinya.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Di sudut kecil sebuah tenda pengungsi dengan dikelilingi oleh jemuran pakaian yang bergelantungan dan kantung-kantung berisi barang kebutuhan sehari-hari, seniman Palestina Basel al-Maqousi duduk di atas kasur tipisnya sambil menggambar di sebuah buku sketsa besar. Dari satu halaman ke halaman berikutnya, tangannya dengan gesit melukis potret keluarga pengungsi yang berkumpul di bawah tenda penampungan mereka.Goresannya tegas, meninggalkan kekontrasan hitam-putih nan tajam antara hamparan tenda suram di Kota Deir al-Balah di Gaza yang tercabik perang, dan wajah-wajah Palestina segar di depan ‘rimba’ tenda itu.Para protagonis tampak menunjukkan ekspresi yang tenang, bahkan tegas, sehingga orang luar tidak perlu mengulik makna di balik ekspresi mereka, seolah-olah mereka menolak untuk menyerahkan momen bersama yang khidmat tersebut pada serangan lain dari Israel, yang dapat menyobek tirai tipis kedamaian itu kapan saja.Karya seni yang memikat ini tak hanya menangkap rasa ‘penangguhan hukuman mati’ yang ditimbulkan oleh pertumpahan darah berlarut-larut yang dilakukan Israel terhadap jutaan warga Gaza, tetapi juga memberikan kenangan traumatis bagi al-Maqousi (45), yang juga seorang ayah dari lima anak.Seniman itu mengatakan kepada Xinhua bahwa dia masih tak percaya Gaza City yang cantik di Gaza tengah itu telah hancur. Sama seperti warga Palestina lainnya di wilayah itu, al-Maqousi pun kehilangan rumah dan kehidupan normalnya.
Seniman Palestina Basel al-Maqousi (tengah) melukis bersama anak-anak di dalam tendanya di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 4 Juli 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Seniman Palestina Basel al-Maqousi menggambar di dalam tendanya di Kota Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah, pada 4 Juli 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Hongaria catat musim panas paling menyengat sejak 1901
Indonesia
•
06 Sep 2022

UNICEF: 3,4 juta anak di Sudan berisiko tinggi terkena penyakit epidemi mematikan
Indonesia
•
20 Sep 2024

Danau Hulun di China utara yang dulu menyusut kini tumbuh
Indonesia
•
02 Jan 2023

Feature – Warga Gaza jalani Idul Fitri nan suram di tengah serangan Israel yang kembali meneror
Indonesia
•
31 Mar 2025


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
