
Warga Gaza jalani kehidupan bak di ‘neraka’di tengah pengepungan Israel

Warga mengevakuasi seorang pria yang terluka dari dalam reruntuhan sebuah bangunan tempat tinggal yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 6 November 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Serangan udara Israel di tempat-tempat penampungan dan sekitar rumah sakit di Gaza City dan bagian utara kota tersebut seketika mengubah kehidupan warga Palestina yang mengungsi dan luka-luka seperti di ‘neraka’.
Gaza, Palestina (Xinhua) – Di saat konflik Israel-Hamas berlanjut pada Selasa (7/11), serangan udara Israel di tempat-tempat penampungan dan sekitar rumah sakit di Gaza City dan bagian utara kota tersebut seketika mengubah kehidupan warga Palestina yang mengungsi dan luka-luka seperti di ‘neraka’.Wahid Al-Munirawi masih terkejut setelah serangan Israel menargetkan tempat penampungan di kamp Jabalia, tempat keluarganya tinggal. Bekerja sebagai teknisi radiologi di Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Al-Munirawi mengungkapkan kepada Xinhua melalui telepon, "untungnya, istri dan anak perempuan saya tidak terluka, tetapi orang-orang di sini tewas akibat pengeboman dan pengepungan Israel yang berkepanjangan.""Makanan menjadi langka, air tidak layak diminum, dan bahkan sumber-sumber energi yang tersisa sedang digempur dan dihancurkan, sehingga tidak menyisakan tempat mengungsi bagi warga," tambahnya.Tiga saudara kandung Al-Munirawi menerima perawatan di Rumah Sakit Indonesia, namun dia memperingatkan bahwa layanan medis mungkin akan terhenti akibat kekurangan pasokan energi.Sementara itu, 15 warga Palestina tewas dalam serangan yang menargetkan sekolah Al-Fakhour pada Sabtu (4/11), dan 74 orang lainnya luka-luka, menurut Kementerian Kesehatan Palestina yang berbasis di Gaza. Sekolah ini sebelumnya pernah menjadi sasaran serangan Israel pada musim dingin tahun 2008-2009 lalu.Gambar dan rekaman video menunjukkan noda darah pada peralatan masak yang rusak dan remah-remah roti yang tidak sempat diolah di dalam gedung sekolah yang menjadi sasaran tersebut.Selama 24 jam terakhir, pihak kementerian itu melaporkan bahwa serangan udara Israel yang menyasar tempat penampungan dan rumah sakit telah mengakibatkan puluhan orang tewas dan luka-luka.
Seorang anak perempuan terlihat di sebuah kamp yang terafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 1 November 2023. Data terbaru yang dirilis oleh UNRWA, yang memiliki sekitar 13.000 staf yang bekerja di Gaza, menunjukkan tingkat krisis kemanusiaan yang sangat mengerikan. Badan tersebut mengatakan bahwa 670.000 pengungsi internal saat ini berlindung di 150 instalasi UNRWA. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga memeriksa kerusakan yang disebabkan oleh serangan Israel di kamp pengungsi al-Mughazi di Deir Balah di Jalur Gaza tengah pada 5 November 2023. (Xinhua/Yasser Qudih)
Seorang wanita Palestina memasak di sebuah kamp yang terafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) di kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 1 November 2023. Data terbaru yang dirilis oleh UNRWA, yang memiliki sekitar 13.000 staf yang bekerja di Gaza, menunjukkan tingkat krisis kemanusiaan yang sangat mengerikan. Badan tersebut mengatakan bahwa 670.000 pengungsi internal saat ini berlindung di 150 instalasi UNRWA. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ledakan konstruksi global naikkan emisi karbon dunia hingga 10 gigaton
Indonesia
•
11 Nov 2022

Monsun timur laut kemungkinan berlanjut hingga 2026, Singapura keluarkan imbauan keselamatan
Indonesia
•
06 Dec 2025

Kualitas udara dan air di China catat peningkatan pada 2022
Indonesia
•
18 Jan 2023

London School-Universitas Northumbria hasilkan 2.000 film pendek karya mahasiswa
Indonesia
•
22 Jun 2019


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
