
Feature – Anak-anak Gaza berbagi pengalaman hidup memilukan akibat perang

Warga yang terpaksa mengungsi dari Beit Lahia di Jalur Gaza bagian utara terlihat di sebuah jalan di Gaza City pada 17 November 2024. (Xinhua/Abdul Rahman Salama)
Setelah meninggalkan rumah mereka di Gaza City untuk mencari perlindungan di Jalur Gaza bagian selatan, "setiap hari, kami menghadapi kematian saat Israel menyerang semua tempat."
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Kamal Mahdi, seorang anak laki-laki Palestina berusia 14 tahun yang mengungsi di Deir al-Balah, Jalur Gaza bagian tengah, masih ingat dengan "kehidupan indah" sebelum perang di Gaza, seperti bersekolah, bertemu teman-teman sekelasnya, dan bermain bersama teman-teman. Namun, semuanya berubah setelah 7 Oktober 2023."Ayah saya sebelumnya bekerja dan menghasilkan uang untuk menghidupi kami, dan kami memiliki makanan yang sehat, air, dan semua kebutuhan hidup," tutur Mahdi kepada Xinhua."Tiba-tiba, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, kami dipaksa hidup di tengah perang yang mengubah kehidupan kami," imbuhnya, seraya menceritakan bagaimana keluarganya yang beranggotakan enam orang terpaksa mengungsi akibat serangan udara Israel.Setelah meninggalkan rumah mereka di Gaza City untuk mencari perlindungan di Jalur Gaza bagian selatan, "setiap hari, kami menghadapi kematian saat Israel menyerang semua tempat," tutur Mahdi.
Seorang anak memeriksa sebuah rumah yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp pengungsi al-Bureij, Jalur Gaza tengah, pada 17 November 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Anak-anak yang menjadi pengungsi berdiri di dekat sebuah tenda di sebelah barat laut Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 12 November 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Seorang anak laki-laki meratapi kematian seorang korban di wilayah Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 12 November 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bayi makin langka di Jepang, angkanya kini lebih buruk dari prediksi para ahli
Indonesia
•
04 Jun 2026

Sepasang panda raksasa pulang ke China setelah dua dekade di Memphis Zoo, AS
Indonesia
•
22 Dec 2022

Komunitas Tionghoa di Venezuela sumbangkan 500 ton barang bantuan bagi korban gempa
Indonesia
•
28 Jun 2026

Jumlah senjata api terjaring pemeriksaan bandara AS hampir pecahkan rekor
Indonesia
•
24 Sep 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
