
China sertifikasi helikopter nirawak pertama

Foto dokumentasi yang diabadikan pada Oktober 2022 ini menunjukkan helikopter nirawak koaksial TD550 dalam penerbangan uji coba di dataran tinggi di Hetian, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. (Xinhua)
Sistem helikopter nirawak koaksial TD550D telah menerima sertifikat tipe dari Administrasi Penerbangan Sipil China (Civil Aviation Administration of China/CAAC), menjadikan helikopter itu pertama dari jenisnya yang memperoleh sertifikasi tersebut di China.
Shenzhen, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sistem helikopter nirawak koaksial TD550D telah menerima sertifikat tipe dari Administrasi Penerbangan Sipil China (Civil Aviation Administration of China/CAAC), menjadikan helikopter itu pertama dari jenisnya yang memperoleh sertifikasi tersebut di China, kata pihak pengembangnya pada Jumat (21/3).Sertifikasi ini mengisi kesenjangan dalam sertifikasi kelaikan udara untuk sistem helikopter nirawak di China, sekaligus menetapkan standar acuan untuk sertifikasi helikopter nirawak di masa depan, ujar Tian Gangyin, CEO di United Aircraft, perusahaan pengembang helikopter tersebut.Proses sertifikasi kelaikan udara untuk sistem ini dimulai pada akhir 2023. Untuk memastikan keselamatan dan keandalan pesawat itu, perusahaan tersebut melakukan pengujian dan verifikasi di berbagai bidang, termasuk sistem rotor, sistem tenaga, avionik, dan kontrol penerbangan. Proses ini mencakup 29 uji verifikasi kepatuhan dan lebih dari 2.600 uji terbang awal.Menurut perusahaan itu, TD550D memiliki kapasitas muatan yang besar, daya tahan lama, dan kinerja tinggi di area dengan ketinggian yang lebih tinggi, menjadikannya cocok untuk lingkungan kompleks seperti dataran tinggi dan kepulauan.Helikopter ini memiliki berat lepas landas maksimum 640 kg di permukaan laut dan 550 kg di ketinggian 5.000 meter. Kapasitas muatan maksimumnya mencapai 200 kg di permukaan laut dan 120 kg di ketinggian 5.000 meter, menunjukkan fleksibilitasnya dalam operasi di area dengan ketinggian yang lebih tinggi.Pesawat ini dirancang untuk berbagai aplikasi seperti penyelamatan darurat, pemadaman kebakaran, dan logistik pintar yang dilengkapi dengan kemampuan kembali ke titik awal dalam situasi darurat, pendaratan otomatis, dan pendaratan paksa dalam situasi kritis.Sertifikasi ini hadir di tengah pesatnya pertumbuhan industri drone di China. Menurut Yang Jincai, ketua Asosiasi Industri Kendaraan Udara Nirawak Shenzhen (Shenzhen Unmanned Aerial Vehicle Industry Association), jumlah perusahaan yang mengoperasikan drone di seluruh China telah melampaui 20.000, dengan nilai output tahunan mencapai sekitar 210 miliar yuan, mencerminkan peningkatan sebesar 39,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.*1 yuan = 2.276 rupiahSebagai pusat utama industri ini, Shenzhen menjadi rumah bagi hampir 2.000 perusahaan drone, menyumbang 107 miliar yuan dalam nilai output pada 2024, yang mencerminkan tingkat pertumbuhan sebesar 12 persen.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Situs permukiman manusia Zaman Neolitikum ditemukan di China utara
Indonesia
•
21 Oct 2024

Bukti tertua dari kalender Suku Maya ditemukan di Guatemala
Indonesia
•
15 Apr 2022

Model meteorologi berbasis AI hasilkan prakiraan cuaca global yang akurat
Indonesia
•
17 Jul 2023

China mulai pembangunan teleskop pendeteksi puing luar angkasa
Indonesia
•
03 Jul 2021


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
