Feature – Kearifan pertanian China dalam sistem rotasi jahe-padi yang berusia ribuan tahun

Foto yang diabadikan pada 29 Maret 2024 ini menunjukkan beberapa warga Desa Wufeng di Kota Tongling, Provinsi An'hui, China timur, sedang mengikuti 'Upacara Pembukaan Paviliun Jahe', sebuah upacara tahunan yang menandai penanaman bibit jahe putih lokal yang telah dibudi daya dan diseleksi. (Xinhua/Zhao Jinzheng)
Sistem Rotasi Jahe-Padi Tongling mengandung filosofi menyeimbangkan budi daya dan meningkatkan kesuburan, yang kondusif bagi pembangunan berkelanjutan lingkungan dan sistem pertanian.
Hefei, China (Xinhua) – ‘Hujan Biji-bijian’, yang merupakan posisi matahari terakhir pada musim semi, mengindikasikan peningkatan suhu dan peningkatan curah hujan. Itu adalah periode terbaik untuk menanam jahe putih di Tianmen, Kota Tongling di Provinsi Anhui, China timur. Di sini, para petani jahe sibuk menebang batang bambu dan jerami untuk membangun gubuk bagi jahe putih yang akan segera tumbuh.Sekitar 20 hari yang lalu, para petani jahe di Tianmen, daerah penghasil utama jahe putih di Tongling, membawa bibit jahe putih keluar dari paviliun jahe, dan berdoa untuk cuaca yang baik melalui tarian naga dan ritual pemberkatan. Tradisi itu disebut ‘Upacara Pembukaan Paviliun Jahe’, dan merupakan bagian penting dari budaya jahe setempat.Dengan iklim yang hangat dan lembap serta sinar matahari yang melimpah, Tongling mulai menanam jahe putih sekitar dua ribu tahun silam. Sejak zaman kuno, berbagai teknik pengawetan dan budi daya bibit telah dikembangkan, dan dengan demikian terbentuklah ‘Sistem Rotasi Jahe-Padi Tongling’ (Tongling Ginger-Rice Rotation System) yang spesial. Pada 2023, sistem ini diakui sebagai salah satu Sistem Warisan Pertanian yang Penting Secara Global.Dengan mengenakan topi capingnya, Sheng Yiwu (55) memegang bohlam dan masuk ke dalam paviliun jahe yang penuh sesak untuk memeriksa perkecambahan bibit jahe putih. Sebagai veteran penjaga jahe putih di Desa Wufeng, Tianmen, setiap tahun Shen akan membantu berton-ton bibit jahe putih bertunas di dalam sembilan paviliun miliknya.Struktur paviliun jahe tradisional sangat istimewa. Dindingnya berlapis lumpur dan dilengkapi dengan pintu kayu kecil serta lubang ventilasi. Di dalamnya terdapat sebuah rak tinggi yang terbuat dari kayu antipanas dan disusun berbentuk persegi guna memaksimalkan pemanfaatan ruang yang terbatas. Setiap paviliun jahe mampu menyimpan sekitar 10 ton bibit jahe putih."Kandungan air jahe putih cukup tinggi sehingga mudah busuk jika disimpan di ruang bawah tanah. Paviliun jahe memiliki isolasi termal yang lebih baik dan dapat menyesuaikan suhu dan kelembapan kapan saja melalui kayu bakar dan ventilasi, jadi kami mulai menggunakannya lebih dari 1.000 tahun yang lalu," ujar Sheng Yiwu, sembari bersandar di paviliun jahe yang sempit dan memandangi bibit jahe yang telah bertunas.
Foto yang diabadikan pada 28 Maret 2024 ini menunjukkan Sheng Yiwu, seorang petani jahe yang terampil di Desa Wufeng di Kota Tongling, Provinsi An'hui, China timur, sedang memeriksa bibit jahe putih lokal di tempat pembudidayaan bibit setempat. (Xinhua/Zhao Jinzheng)
Foto dari udara yang diabadikan pada 28 Maret 2024 ini menunjukkan lahan penanaman jahe putih di Desa Wufeng di Kota Tongling, Provinsi An'hui, China timur. (Xinhua/Zhao Jinzheng)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

China akan kembali lakukan survei tentang penggunaan waktu oleh penduduk
Indonesia
•
21 Mar 2024

Mengunjungi pameran dinosaurus skala besar di California Selatan
Indonesia
•
20 Dec 2022

Tajuk Xinhua: Xi Jinping sampaikan ucapan selamat jelang Tahun Kelinci (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
20 Jan 2023

Feature – TCM genjot perkembangan pengobatan tradisional Indonesia
Indonesia
•
27 Jul 2025
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Kasus bunuh diri anak di Jepang catat rekor tertinggi pada 2025
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026
