
Gaun China kuno ‘seringan asap’ dipamerkan bersama mahakarya Italia

Foto dokumentasi tak bertanggal ini menunjukkan gaun kasa polos satu lapis dengan ujung melengkung yang ditemukan dari makam Lady Xin Zhui. Gaun tersebut kini dipajang di Museum Hunan di Changsha, Provinsi Hunan, China tengah. (Xinhua/Museum Hunan)
Gaun kasa polos satu lapis dengan ujung melengkung ditemukan di makam Lady Xin Zhui di situs peninggalan Mawangdui, dengan bobot hanya 48 gram, dan digambarkan sebagai gaun ‘setipis sayap jangkrik’ dan ‘seringan asap’.
Changsha, China (Xinhua) – Sebuah pakaian yang sangat tipis yang dikenakan oleh seorang wanita bangsawan China 2.200 tahun yang lalu dipamerkan untuk pertama kalinya di Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, China tengah.Gaun kasa polos satu lapis dengan ujung melengkung tersebut, yang memiliki bobot hanya 48 gram, dipamerkan sebagai bagian dari pameran bertajuk ‘She Walks in Beauty: Women of the Han Dynasty and the Roman Empire’, yang dibuka pada Sabtu (15/6) di Museum Hunan.Pameran ini menampilkan 200 lebih benda/set benda dari 19 museum di seluruh Italia dan China. Di antara jumlah tersebut, terdapat gaun kasa polos itu dan sebuah lukisan berbentuk T di atas kain sutra dari makam Lady Xin Zhui. Keduanya merupakan peninggalan harta karun budaya tingkat nasional di China.Gaun tersebut, yang digambarkan sebagai gaun ‘setipis sayap jangkrik’ dan ‘seringan asap’, belum pernah dipamerkan di hadapan publik. Gaun itu lebih panjang dan lebih lebar, namun 1 gram lebih ringan, daripada gaun kasa polos satu lapis dengan ujung lurus yang dipamerkan sebagai bagian dari pameran makam Mawangdui di Museum Hunan. Kedua gaun tersebut menampilkan kemajuan teknik tekstil pada masa Dinasti Han Barat (202 SM-25 M).Kedua gaun tersebut ditemukan dari makam Lady Xin Zhui di situs peninggalan Mawangdui. Xin Zhui, yang meninggal pada usia sekitar 50 tahun, merupakan istri dari Li Cang, menteri Kerajaan Changsha.Di antara artefak-artefak Italia yang dipamerkan terdapat lukisan dinding yang menggambarkan Perseus dan Andromeda. Lukisan tersebut dipamerkan untuk pertama kalinya di luar Museum Capitoline sejak menjadi bagian dari koleksi museum itu.Pengawas Warisan Budaya Capitoline Claudio Parisi Presicce mengatakan bahwa 138 benda/set benda dari Roma dipamerkan untuk pertama kalinya di China. "Secara khusus, ada beberapa patung wanita yang belum pernah dipinjamkan sebelumnya," ujar Presicce.Pameran ini berfokus pada kehidupan keluarga, sosial, dan emosional wanita di Timur dan Barat pada 2.000 tahun yang lalu. Pameran tersebut akan berlangsung hingga 7 Oktober.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

330.000 ton limbah padat timbulkan risiko kesehatan bagi warga Gaza
Indonesia
•
15 Jun 2024

Badan migrasi PBB ajukan pendanaan 18,5 juta dolar AS untuk bantu kelompok orang yang terdampak mpox di Afrika
Indonesia
•
23 Aug 2024

China pecahkan rekor Guinness untuk durasi penerbangan ‘ornithopter' terlama
Indonesia
•
24 Oct 2022

Arab Saudi larang istilah ‘pembantu’ untuk pekerja domestik dalam iklan
Indonesia
•
31 Mar 2021


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
