
China desak Filipina tepati janji tarik sistem rudal Typhon dari wilayahnya

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 17 Mei 2024 ini menunjukkan armada kapal Penjaga Pantai China (China Coast Guard/CCG) 3502 sedang menjalani latihan formasi di perairan dekat Huangyan Dao, China. (Xinhua/Wang Yuguo)
Sistem rudal jarak menengah Amerika Serikat di Filipina dinilai memicu ketegangan dan antagonisme di kawasan, serta memicu konfrontasi geopolitik dan perlombaan senjata.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China dengan tegas menentang pengerahan sistem rudal jarak menengah Amerika Serikat (AS) di Filipina, dan mendesak Filipina untuk mengoreksi langkah tersebut serta menarik sistem rudal Typhon sesegera mungkin sebagaimana yang telah dijanjikan secara terbuka. Demikian diungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning di Beijing pada Senin (23/12).Menurut laporan, militer Filipina pada Senin tersebut mengatakan bahwa pihaknya berencana mengakuisisi sistem rudal Typhon AS untuk melindungi kepentingan maritimnya. Sebagai respons, Mao menyampaikan dalam sebuah konferensi pers harian bahwa China dengan tegas menentang penempatan sistem rudal jarak menengah AS di Filipina, dan sudah berulang kali menegaskan keberatannya.Mao menyebut, dengan membawa senjata ofensif strategis ini ke dalam wilayahnya, Filipina memberi jalan kepada sebuah negara di luar kawasan untuk memicu ketegangan dan antagonisme di kawasan itu, serta memicu konfrontasi geopolitik dan perlombaan senjata.Langkah semacam itu provokatif dan berbahaya, dan merupakan pilihan yang sangat tidak bertanggung jawab terhadap rakyatnya sendiri dan masyarakat di seluruh negara Asia Tenggara, terhadap sejarah, dan terhadap keamanan regional, ujarnya."Apa yang dibutuhkan kawasan ini adalah perdamaian dan kemakmuran, bukan sistem rudal atau konfrontasi. Kami sekali lagi mendesak Filipina untuk mendengarkan seruan dari negara-negara di kawasan tersebut dan rakyatnya, mengoreksi kesalahannya secepatnya, segera menarik sistem rudal Typhon seperti yang telah dijanjikan secara terbuka, dan berhenti melangkah lebih jauh ke jalan yang salah," ujar Mao.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Taliban perintahkan pemilik toko potong kepala manekin
Indonesia
•
05 Jan 2022

Feature – Idul Adha tanpa perayaan, anak-anak Gaza hanya impikan makanan dan sekolah
Indonesia
•
03 Jun 2026

Perundingan Iran-AS di Qatar resmi berakhir, Teheran soroti pelanggaran MoU
Indonesia
•
02 Jul 2026

Quincy Institute: Militer AS picu dan perburuk kekerasan di Somalia
Indonesia
•
08 May 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
