
Badan-badan PBB sebut situasi di Gaza Utara "apokaliptik"

Orang-orang mengumpulkan barang-barang dari reruntuhan sebuah bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza tengah, pada 1 November 2024. Sedikitnya 30 orang tewas dalam serangan udara dan artileri Israel di Jalur Gaza pada Jumat (1/11), menurut sejumlah sumber Palestina. Sumber-sumber keamanan Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa tentara Israel telah mengintensifkan serangannya di berbagai daerah di Jalur Gaza, terutama kamp pengungsi Nuseirat di Gaza te...
Situasi di Gaza Utara saat ini apokaliptik. Wilayah tersebut telah dikepung selama hampir sebulan, tidak mendapatkan bantuan dasar dan suplai penyelamat nyawa, sementara pengeboman dan serangan lainnya terus berlanjut.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Pejabat tinggi dari berbagai badan dan organisasi kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (1/11) memperingatkan bahwa situasi di Gaza Utara "apokaliptik", menyerukan kepada Israel untuk menghentikan serangannya terhadap wilayah tersebut dan juga pekerja kemanusiaan, serta mendesak semua pihak agar melindungi warga sipil."Situasi yang sedang terjadi di Gaza Utara saat ini apokaliptik. Wilayah tersebut telah dikepung selama hampir sebulan, tidak mendapatkan bantuan dasar dan suplai penyelamat nyawa, sementara pengeboman dan serangan lainnya terus berlanjut," sebut sebuah pernyataan bersama yang ditandatangani oleh kepala 15 badan PBB, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-anak PBB (UNICEF), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Program Pangan Dunia (WFP), dan organisasi-organisasi kemanusiaan."Seluruh penduduk Palestina di Gaza Utara menghadapi risiko kematian yang sangat tinggi akibat penyakit, kelaparan, dan kekerasan," ungkap pernyataan itu.Bantuan kemanusiaan tidak dapat memenuhi skala kebutuhan warga sipil di sana karena keterbatasan akses. Barang-barang kebutuhan dasar yang dapat menyelamatkan nyawa tidak tersedia. Para pekerja kemanusiaan pun tidak aman dalam melakukan pekerjaannya, diblokir oleh pasukan Israel, serta terhambat oleh ketidakamanan saat menjangkau orang-orang yang membutuhkan, imbuh pernyataan tersebut.Respons kemanusiaan juga terus dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti kampanye vaksinasi polio yang tertunda karena pertempuran, sehingga membahayakan nyawa anak-anak di wilayah tersebut.Para pejabat tinggi PBB juga mengkritik undang-undang (UU) baru yang diloloskan oleh parlemen Israel yang melarang Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Tengah (UNRWA). Mereka memperingatkan bahwa UU tersebut "akan menjadi bencana bagi respons kemanusiaan di Gaza, bertentangan dengan Piagam PBB" dengan potensi dampak yang mengerikan terhadap hak asasi manusia jutaan warga Palestina, serta melanggar kewajiban Israel di bawah hukum internasional.Pernyataan itu menekankan bahwa "tidak ada pengganti bagi UNRWA". Pengabaian secara terang-terangan terhadap perikemanusiaan mendasar dan hukum perang ini harus dihentikan, imbuh pernyataan."Seluruh wilayah tersebut sedang berada di ujung tanduk. Penghentian konflik segera dan gencatan senjata tanpa syarat yang berkelanjutan sudah lama ditunggu-tunggu," lanjut pernyataan itu.Para pejabat tinggi PBB menyerukan agar bantuan kemanusiaan difasilitasi. Mereka juga mendesak semua pihak menyediakan akses tanpa hambatan bagi orang-orang yang terdampak, dan barang-barang komersial diizinkan masuk ke Gaza.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kebun Raya Jagatnatha lestarikan adat, jaga kesehatan
Indonesia
•
09 Dec 2019

Uni Eropa akan perketat aturan polusi udara dan air
Indonesia
•
27 Oct 2022

China akan perkuat program jaring pengaman bagi warga kurang beruntung
Indonesia
•
28 Aug 2022

Banjir akibatkan 40.000 anak kehilangan tempat tinggal di Provinsi Baghlan, Afghanistan
Indonesia
•
15 May 2024


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
