
Spanyol pasang tembok laut untuk bendung gelombang migran dari Maroko

Orang-orang berkumpul di sisi Maroko pada perbatasan dengan Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara, untuk bersiap melintas masuk ke wilayah kantong tersebut, pada 30 Juli 2026. (Xinhua/Liu Wenyong)
Madrid, Spanyol (Xinhua/Indonesia Window) – Spanyol telah memasang penghalang laut terapung pada Ahad (2/8) di sepanjang perbatasan maritimnya di Ceuta, wilayah kantong negara itu di Afrika Utara, sementara pihak berwenang terus memperketat pengawasan perbatasan menyusul arus masuk massal migran dari Maroko belakangan ini.
Penghalang terapung itu, yang dipasang di lepas pantai Tarajal di Ceuta, kini telah beroperasi penuh. Langkah itu dirancang untuk mencegah penyeberangan laut secara ilegal setelah puluhan ribu migran memasuki wilayah kantong tersebut dalam beberapa hari terakhir, banyak di antaranya masuk dengan cara berenang.
Otoritas Spanyol pada Ahad juga menyampaikan bahwa jumlah korban jiwa resmi akibat krisis itu bertambah menjadi 72.
Selain itu, pemerintah regional Ceuta menyampaikan bahwa saat ini terdapat 88 jenazah yang disimpan di kamar jenazah kota tersebut. Otoritas setempat mengatakan beberapa jenazah diangkat dari laut lebih dari dua pekan pascalonjakan arus masuk migran. Sementara itu, proses identifikasi jenazah masih terus berlangsung.
Meski gelombang kedatangan berskala besar itu telah mereda, situasi di Ceuta belum sepenuhnya kembali normal.
Personel kepolisian dan militer terus menggelar operasi keamanan di seluruh wilayah kota itu pada Ahad dan menahan para migran yang kedapatan berada di jalanan.
Mereka yang ditangkap kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani proses identifikasi sebelum prosedur deportasi dimulai.
onjakan arus masuk migran ini menjadi salah satu krisis perbatasan paling serius dalam sejarah Spanyol terkini, mendorong pemerintah Spanyol mengambil langkah-langkah darurat, serta kembali memantik perdebatan di seantero Eropa terkait pengelolaan migrasi dan perlindungan perbatasan eksternal Uni Eropa (UE).
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pasukan Israel terus merangsek wilayah selatan Gaza
Indonesia
•
11 Dec 2023

Israel minta tentara siapkan rencana untuk fasilitasi warga Gaza "pergi secara sukarela" menyusul usulan relokasi AS
Indonesia
•
07 Feb 2025

Taiwan bekerja sama dengan dunia untuk mencapai masa depan nol-bersih
Indonesia
•
21 Oct 2021

Kamala Harris raih suara delegasi yang cukup untuk pastikan pencalonan oleh Partai Demokrat dalam pilpres
Indonesia
•
03 Aug 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
