
Ilmuwan China identifikasi gen kunci untuk lawan parasit tanaman

Mesin pemanen dioperasikan di ladang sorgum milik Beidahuang Group di Provinsi Heilongjiang, China timur laut, pada 3 Oktober 2024. (Xinhua/Lin Jinchun)
Striga merupakan tanaman parasit destruktif yang bergantung pada tanaman inang untuk mendapatkan nutrien dan air, sehingga sangat memengaruhi hasil panen dan ekosistem pertanian.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China berhasil mengidentifikasi dua gen penting yang bertanggung jawab atas ketahanan sorgum terhadap Striga, tanaman parasit yang menyebabkan kerugian panen signifikan.Penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Cell ini dilakukan oleh para peneliti dari Institut Genetika dan Biologi Perkembangan (Institute of Genetics and Developmental Biology/IGDB) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), Universitas Pertanian China, dan sejumlah institusi lainnya.Striga, yang juga dikenal sebagai rajatawa atau ‘witchweed’, merupakan tanaman parasit destruktif yang bergantung pada tanaman inang untuk mendapatkan nutrien dan air, sehingga sangat memengaruhi hasil panen dan ekosistem pertanian.Sorgum, tanaman yang penting di banyak daerah, rentan terhadap serangan Striga. Akar sorgum melepaskan strigolactone (SL), sebuah kelas hormon tanaman yang membantu menarik jamur mikoriza untuk penyerapan nutrien. Namun, SL juga bertindak sebagai sinyal yang memicu benih-benih Striga yang dorman di dalam tanah, sehingga Striga berkecambah dan berikutnya menyerang tanaman inang, jelas Xie Qi, seorang peneliti dari IGDB."Proses parasitisasi Striga sangat berbahaya dan sulit dikendalikan," tutur Xie.Menggunakan teknik penambangan gen dan analisis mahadata (big data) maupun teknologi lainnya, tim peneliti untuk pertama kalinya mengidentifikasi dua gen kunci, yakni SbSLT1 dan SbSLT2. Temuan mereka mengungkapkan bahwa pelumpuhan gen-gen ini dapat menghambat sekresi SL. Dalam kondisi tersebut, Striga tidak dapat berkecambah dan menyerang inang.Uji coba lapangan menunjukkan bahwa sorgum dengan gen SbSLT1 dan SbSLT2 yang telah dilumpuhkan menunjukkan 67 hingga 94 persen tingkat serangan parasit yang lebih rendah dan 49 hingga 52 persen penurunan pada tingkat penyusutan hasil panen, ungkap penelitian tersebut.Temuan ini menawarkan sumber daya genetik yang berharga dan dukungan teknis untuk mengembangkan varietas sorgum yang tahan terhadap Striga, kata Xie.Para peneliti menekankan bahwa penemuan SbSLT1 dan SbSLT2 dapat menjadi alat yang sangat penting untuk memerangi tanaman parasit, berpotensi mengatasi tantangan ketahanan pangan di negara-negara yang terdampak parah oleh tanaman parasit, terutama negara-negara Afrika dan Asia. Penelitian di masa depan akan berfokus pada validasi gen-gen ini dalam berbagai tanaman, seperti jagung, tomat, dan jawawut (millet).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

China buat himpunan data sumber daya galur mikroba untuk fermentasi kopi
Indonesia
•
01 Feb 2024

NASA tunda misi Artemis I ke Bulan karena masalah mesin
Indonesia
•
31 Aug 2022

Perintah eksekutif Trump tentang AI batasi kewenangan negara bagian
Indonesia
•
13 Dec 2025

Jumlah mikroplastik naik tiga kali lipat di jalur air Sydney dalam tiga tahun terakhir
Indonesia
•
28 Jan 2026


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
