
Studi: Ekosistem darat China imbangi 18 persen emisi CO2 dari konsumsi energi pada 2060

Foto dari udara yang diabadikan 23 Agustus 2021 ini menunjukkan pemandangan lahan pertanian hutan Saihanba di Provinsi Hebei, China utara. (Xinhua/Mu Yu)
Sebagian besar sekuestrasi karbon dari ekosistem darat China berasal dari hutan, yang mencakup 68 hingga 71 persen dari jumlah keseluruhannya. Lahan pertanian menyumbangkan 12 hingga 13 persen, sedangkan lahan basah, padang rumput, dan padang semak secara kolektif menyumbangkan 17 hingga 19 persen.
Beijing, China (Xinhua) – Tim peneliti China baru-baru ini memublikasikan penilaian terhadap sekuestrasi karbon terestrial (terrestrial carbon sequestration/TCS) dari 2010 hingga 2060, yang mengungkap bahwa ekosistem darat China dapat mengimbangi hingga 18 persen dari emisi karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan dari konsumsi energi di negara itu.Pada 2020, emisi CO2 China yang dilepaskan dari konsumsi energi menyumbangkan lebih dari 85 persen dari total emisi CO2-nya.Penting untuk mencapai netralitas karbon dengan meningkatkan sekuestrasi karbon ekosistem darat dan mengimbangi sebagian emisi CO2. Namun demikian, sejauh mana TCS China dapat membantu mengurangi emisi CO2 yang berkaitan dengan energi masih belum dapat dipastikan.Para peneliti dari Institut Botani dan Institut Fisika Atmosfer, yang sama-sama berada di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China, serta dari beberapa universitas di China, melakukan penilaian terhadap sekuestrasi karbon terestrial China dari 2010 hingga 2060 serta kontribusinya dalam mengimbangi emisi karbon dioksida yang berkaitan dengan energi di negara Asia Timur tersebut.Studi ini mengungkap bahwa sebagian besar sekuestrasi karbon berasal dari hutan, yang mencakup 68 hingga 71 persen dari jumlah keseluruhannya. Lahan pertanian menyumbangkan 12 hingga 13 persen, sedangkan lahan basah, padang rumput, dan padang semak secara kolektif menyumbangkan 17 hingga 19 persen.Menurut studi tersebut, dalam berbagai skenario kebijakan dan iklim, ekosistem darat China dapat mengimbangi 12 hingga 15 persen emisi CO2 yang berkaitan dengan energi pada 2030, dan 13 hingga 18 persen pada 2060.Badan Lingkungan Hidup Eropa (European Environmental Agency) menyebutkan bahwa penyerapan karbon adalah proses di mana karbon dikeluarkan dari atmosfer dan disimpan di kolam karbon habitat tertentu, seperti biomassa di atas tanah, akar dan tanah. Kuantitas absolut karbon yang tersimpan di kolam habitat pada waktu tertentu adalah stok atau simpanan karbon.Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal National Science Review.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Wahana antariksa China Chang'e-6 dijadwalkan diluncurkan pada paruh pertama 2024
Indonesia
•
11 Jan 2024

COVID-19 – Penelitian: Komponen bergamottin dalam jeruk hambat infeksi virus
Indonesia
•
05 Jul 2022

Populasi macan tutul salju di Qinghai China diperkirakan capai 1.200 ekor
Indonesia
•
25 Aug 2022

SpaceX bakal luncurkan misi baru untuk ‘spacewalk’ komersial pertama dalam sejarah
Indonesia
•
28 Aug 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
