Studi: Kematian anak akibat senjata api di AS meningkat selama pandemik

Orang-orang berkumpul dalam unjuk rasa di Washington DC, Amerika Serikat, pada 11 Juni 2022, yang mengecam peningkatan kekerasan bersenjata sekaligus mendesak para politisi untuk mengambil tindakan. (Xinhua/Liu Jie)
Kematian akibat senjata api di AS meningkat selama pandemik, dengan anak-anak berkulit hitam dan anak-anak yang berasal dari rumah tangga berpenghasilan rendah memiliki risiko yang lebih besar.
New York City, AS (Xinhua) – Pandemik COVID-19 memiliki kaitan dengan peningkatan jumlah anak yang cedera dan tewas akibat senjata api di Amerika Serikat (AS), demikian temuan studi yang dilakukan di sebuah rumah sakit di St. Louis, Missouri.Anak-anak berkulit hitam dan anak-anak yang berasal dari rumah tangga berpenghasilan rendah memiliki risiko yang lebih besar, menurut studi yang dipimpin oleh Universitas Missouri tersebut."Kami menemukan peningkatan signifikan pada jumlah anak yang cedera akibat senjata api selama pandemi dibandingkan dengan lima tahun sebelumnya," ujar Mary Bernardin, penulis utama studi itu, seperti dilansir portal berita HealthDay."Peningkatan ini didorong oleh lonjakan yang signifikan pada jumlah serangan dan pembunuhan menggunakan senjata api, serta frekuensi yang meningkat dari cedera pada anak tak bersalah yang menjadi saksi di tengah kejahatan yang dilakukan orang dewasa," kata Bernardin dalam sebuah rilis berita universitas.Dalam studi itu, tim peneliti membandingkan data jumlah anak yang cedera akibat senjata api yang dirawat di Rumah Sakit Anak St. Louis dari Maret 2015 hingga Februari 2020 dengan jumlah anak yang cedera karena senjata api yang dirawat antara Maret 2020 hingga Maret 2022.Pada periode Maret 2015 hingga Februari 2020, tercatat 413 anak cedera akibat senjata api, dibandingkan dengan 259 anak selama periode Maret 2020 hingga Maret 2022, dengan tingkat cedera bulanan meningkat 52 persen dari rata-rata 6,8 insiden penembakan per bulan menjadi 10,3 per bulan selama pandemik. Selain itu, jumlah kematian anak akibat senjata api melonjak 29 persen selama pandemik, menurut studi tersebut.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Hamas sebut perlintasan Rafah dibuka kembali pekan depan, 200.000 orang kembali ke Gaza utara
Indonesia
•
11 Oct 2025

Taiwan promosikan peran perempuan dalam perangi perubahan iklim
Indonesia
•
09 Mar 2022

Lebih 400.000 warga Indonesia tunaikan umroh dalam empat bulan
Indonesia
•
28 Dec 2019

Fokus Berita – Badan-badan kemanusiaan PBB percepat penyaluran bantuan untuk warga Gaza dan evaluasi kerusakan
Indonesia
•
23 Jan 2025
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026
