
Studi: Lebih dari 2 juta pria paruh baya Australia konsumsi alkohol pada tingkat yang berisiko

Ilustrasi. (Vinicius "amnx" Amano on Unsplash)
Dampak buruk alkohol utamanya merupakan masalah kaum muda, dengan lebih dari dua juta pria Australia berusia 30 hingga 59 tahun mengonsumsi alkohol pada tingkat yang berisiko bagi kesehatan.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari dua juta pria Australia berusia 30 hingga 59 tahun mengonsumsi alkohol pada tingkat yang berisiko bagi kesehatan, demikian menurut sebuah studi nasional terbaru yang menyoroti masalah penyalahgunaan alkohol secara terus-menerus di usia paruh baya.
Studi yang dipimpin oleh Universitas Flinders (Flinders University) Australia tersebut, berdasarkan data dari Survei Rumah Tangga Strategi Narkoba Nasional (National Drug Strategy Household Survey) 2019 dan 2022/2023, menemukan bahwa 43 persen pria berusia 30 hingga 59 tahun melampaui batas pedoman nasional yang menetapkan konsumsi tidak lebih dari 10 minuman standar per pekan dan empat gelas dalam satu hari, ungkap pernyataan universitas itu yang dirilis pada Selasa (12/5).
Studi tersebut memperkirakan lebih dari 2,2 juta pria paruh baya mengonsumsi alkohol pada tingkat yang berisiko, dengan angka yang lebih tinggi di antara mereka yang merokok, menggunakan obat-obatan terlarang, mengalami tekanan psikologis yang tinggi, tinggal di daerah regional, atau memiliki pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi.
Pria yang bekerja di bidang manajerial, perdagangan, dan teknis juga lebih mungkin melampaui batas konsumsi yang direkomendasikan, papar studi itu, yang dipublikasikan dalam jurnal Drug and Alcohol Review.
Penulis utama, kandidat PhD dari Universitas Flinders, Stefano Zaccagnini, mengatakan bahwa usia paruh baya adalah periode ketika penggunaan alkohol dapat "bergeser dari sesekali menjadi kebiasaan", sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, cedera, tindak kekerasan, dan penyakit kronis.
Penelitian itu, yang dilakukan bekerja sama dengan Alcohol and Drug Foundation Australia, juga menemukan bahwa tekanan psikologis sangat terkait dengan konsumsi alkohol berisiko di kalangan pria berusia 30-44 tahun, tetapi kurang signifikan di kalangan mereka yang berusia 45-59 tahun.
Temuan-temuan tersebut menantang anggapan umum bahwa dampak buruk alkohol utamanya merupakan masalah kaum muda, sehingga menyerukan upaya pencegahan yang lebih terarah, khususnya di komunitas-komunitas regional yang opsi bantuan dan dukungannya kerap kali terbatas, imbuh para penulis.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan Rusia kembangkan sistem nanopartikel yang memungkinkan pengobatan melanoma secara oral
Indonesia
•
28 Nov 2025

Tes darah kini mampu deteksi kanker stadium dini menggunakan 4 protein utama
Indonesia
•
25 Mar 2026

Obat suntik terbaru stabilkan kadar obat utama Parkinson selama tujuh hari
Indonesia
•
15 Jul 2025

Para ahli bedah di China lindungi nyawa pasien dengan bantuan teknologi medis canggih
Indonesia
•
06 May 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
