
Peneliti identifikasi 275 juta varian genetik baru

Sejumlah orang berjalan-jalan di National Mall di Washington DC, Amerika Serikat, pada 19 Juli 2020. (Xinhua/Ting Shen)
Studi tentang varian genetik memberikan jalur baru bagi para peneliti untuk lebih memahami pengaruh genetik terhadap kesehatan dan penyakit, terutama pada masyarakat yang di masa lalu tidak dilibatkan dalam penelitian.
Los Angeles, AS (Xinhua) – Para peneliti menemukan lebih dari 275 juta varian genetik yang belum pernah dilaporkan, demikian diungkapkan Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (20/2).Varian-varian genetik baru tersebut teridentifikasi dari data yang dibagikan oleh hampir 250.000 partisipan Program Penelitian ‘All of Us’ dari NIH. Setengah dari data genom itu berasal dari partisipan yang berasal dari keturunan genetik non-Eropa.Kumpulan varian yang belum dieksplorasi ini memberikan jalur baru bagi para peneliti untuk lebih memahami pengaruh genetik terhadap kesehatan dan penyakit, terutama pada masyarakat yang di masa lalu tidak dilibatkan dalam penelitian, kata NIH.Hampir 4 juta dari varian-varian yang baru teridentifikasi itu berada di area yang mungkin berkaitan dengan risiko penyakit."Sebagai dokter, saya telah melihat dampak dari kurangnya keragaman riset genomik yang telah memperdalam kesenjangan kesehatan dan membatasi perawatan pasien," ujar Josh Denny, CEO Program Penelitian "All of Us" sekaligus salah satu peneliti dalam studi ini."Kumpulan data ‘All of Us’ telah mengarahkan para peneliti pada temuan-temuan yang memperluas pengetahuan kami tentang kesehatan, di mana banyak di antaranya mustahil tercapai tanpa kontribusi DNA dan informasi kesehatan lainnya dari para partisipan. Partisipasi mereka menentukan arah untuk masa depan di mana penemuan ilmiah lebih inklusif, dengan manfaat yang lebih luas bagi semua," tutur Denny.Menurut NIH, misi dari Program Penelitian ‘All of Us’ adalah untuk mempercepat terobosan medis dan penelitian kesehatan, sehingga memungkinkan pencegahan, pengobatan, dan perawatan yang bersifat individual bagi semua orang.Program tersebut akan bekerja sama dengan satu juta orang atau lebih di seluruh AS untuk membangun sumber daya data biomedis yang paling beragam di jenisnya, guna membantu para peneliti mendapatkan wawasan yang lebih mendalam mengenai faktor biologis, lingkungan, dan perilaku yang memengaruhi kesehatan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan buktikan bakteri dapat mengurai bioplastik di Kutub Utara
Indonesia
•
20 Nov 2020

Sebuah planet kecil dinamai atas ilmuwan medis terkemuka China, Zhong Nanshan
Indonesia
•
13 Oct 2024

Tim ilmuwan China cetak rekor baru dalam distribusi kunci kuantum tingkat tinggi
Indonesia
•
16 Mar 2023

Spesies karang baru ditemukan di lepas pantai barat Skotlandia
Indonesia
•
05 Feb 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
