
Studi ungkap 1 dari 10 lansia di AS menderita demensia

Seorang peserta lanjut usia berlari di lintasan dalam ajang lari tahunan 'Forever Young' 8K Run di Richmond, British Columbia, Kanada, pada 11 September 2022.(Xinhua/Liang Sen)
Demensia di AS lebih tinggi ditemukan di kalangan lansia yang teridentifikasi sebagai warga kulit hitam atau Afrika-Amerika dibandingkan dengan warga lansia lainnya, termasuk kulit putih dan Hispanik.
New York City, AS (Xinhua) – Satu dari 10 orang dewasa di Amerika Serikat (AS) yang berusia di atas 65 tahun menderita demensia, sementara 1 dari 5 orang mengalami gangguan kognitif, ungkap The Washington Post pada Senin (31/10), mengutip sebuah studi.Diterbitkan di jurnal JAMA Neurology pada 24 Oktober lalu, studi tersebut memperbarui estimasi yang telah ada selama 20 tahun tentang jumlah warga lanjut usia (lansia) di AS yang mengidap demensia dan gangguan kognitif ringan.Untuk studi terbaru itu, para peneliti memeriksa hasil tes pada periode 2016-2017 dari 3.500 partisipan studi yang berusia 65 tahun ke atas. Serangkaian tes itu mengukur memori, perhatian, pemahaman, dan sejumlah faktor seperti apakah mereka dapat hidup mandiri dan bagaimana kemampuan mereka telah berubah selama dekade sebelumnya.Hasilnya menunjukkan bahwa 10 persen orang dewasa AS yang berusia 65 tahun ke atas menderita demensia, sementara 22 persen mengalami gangguan kognitif ringan, dengan memori dan beberapa fungsi lainnya mengalami penurunan. Kondisi yang disebutkan terakhir diperkirakan terjadi selama proses transisi ke demensia.Meski hampir seimbang untuk pria dan wanita, angka yang tercatat cenderung lebih tinggi seiring bertambahnya usia. Sebesar 3 persen partisipan berusia 60-an tahun menderita demensia, tetapi angka itu naik menjadi 35 persen untuk partisipan berusia 90-an tahun, menurut laporan itu.Tingkat kejadian demensia lebih tinggi untuk para lansia yang teridentifikasi sebagai warga kulit hitam atau Afrika-Amerika jika dibandingkan dengan warga lansia lainnya. Sebesar 15 persen warga lansia kulit hitam menderita demensia, sedangkan hanya 11 persen warga lansia kulit putih dan 10 persen warga lansia Hispanik mengalaminya, imbuh laporan itu.
Para peserta melakukan pemanasan dalam ajang lari tahunan 'Forever Young' 8K Run di Richmond, British Columbia, Kanada, pada 11 September 2022. Ratusan pelari dan pejalan kaki lanjut usia (lansia) mengikuti ajang "Forever Young" 8K Run pada Minggu (11/9/2022). Acara ini kembali hadir dengan edisi kedelapannya, yang hanya diperuntukkan bagi warga berusia 55 tahun ke atas, dengan tujuan mempromosikan kehidupan lansia yang aktif dan sehat. (Xinhua/Liang Sen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Brasil setujui rencana iklim untuk capai target Perjanjian Paris
Indonesia
•
17 Dec 2025

Lebih 90.000 masjid Saudi dibuka akhir pekan, kecuali di Makkah
Indonesia
•
29 May 2020

China rilis pedoman berisi kebijakan dukung kelahiran dan pengasuhan anak
Indonesia
•
19 Aug 2022

Siswa Malaysia raih penghargaan internasional untuk penemuan pakan ternak berkelanjutan
Indonesia
•
03 Oct 2021


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
