
Korban gempa Turkiye jalani Ramadhan dalam suasana duka

Orang-orang berbuka puasa di sebuah tenda di Ankara, Turkiye, pada 23 Maret 2023. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Ramadhan di Turkiye pascagempa dahsyat yang mengguncang negara itu pada 6 Februari lalu terasa jauh berbeda, mengingat bencana itu telah merenggut lebih dari 50.000 jiwa, sementara lebih dari 1,5 juta orang terpaksa mengungsi di tenda-tenda darurat dan kamp pengungsi dari kontainer yang didirikan di zona bencana.
Ankara, Turkiye (Xinhua) – Bagi Nurettin Ozdemir, seorang pegawai toko kelontong di Ankara, ibu kota Turkiye, Ramadhan tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena Turkiye masih belum pulih dari gempa besar yang merenggut lebih dari 50.000 jiwa."Kami sudah melihat banyak bencana, tetapi tidak ada yang sedahsyat ini. Hidup harus terus berjalan. Namun, meski seseorang tertawa, masih ada kegetiran di dalamnya," kata Ozdemir, yang kini bekerja di sebuah toko kelontong di kawasan Hosdere.Baginya, bulan suci umat Islam itu, yang tahun ini dimulai pada Kamis (23/3), biasanya "penuh warna dan kegembiraan." "Namun, Ramadan tahun ini akan menjadi Ramadan yang penuh kegembiraan sekaligus kepedihan," katanya.
Orang-orang berbelanja di sebuah bazar menjelang Ramadan di Ankara, Turkiye, pada 22 Maret 2023. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Sejumlah pengungsi terlihat di tempat penampungan di Hatay, yang dilanda gempa, di Turkiye pada 2 Maret 2023. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Orang-orang terlihat di pusat bantuan bagi korban gempa di Ankara, Turkiye, pada 9 Maret 2023. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Otoritas Australia sebut parasetamol aman bagi ibu hamil, meski diklaim AS picu autisme pada bayi
Indonesia
•
24 Sep 2025

Mobil F1 Ferrari Schumacher terjual 13,2 juta dolar AS di rumah lelang Sotheby's
Indonesia
•
10 Nov 2022

New York catat 27 kematian akibat badai salju, total korban jiwa di AS tembus 50 orang
Indonesia
•
27 Dec 2022

Seksi Tembok Besar yang paling berbahaya akan luncurkan rute wisata pertama
Indonesia
•
10 Jan 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
