
Studi ungkap hubungan perkembangan ginjal dan rangka tubuh, berpotensi tingkatkan penanganan cacat bawaan

Ilustrasi. (Julien Tromeur on Unsplash)
Sel-sel paling awal pembentuk ginjal berasal dari wilayah embrionik yang sama dengan wilayah embrionik yang membentuk otot, tendon, dan sebagian tulang rangka tubuh. Temuan ini bertentangan dengan pandangan yang telah lama diyakini bahwa ginjal berkembang hanya dari sebuah area jaringan yang terpisah.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti internasional menemukan adanya keterkaitan yang lebih erat daripada yang diperkirakan sebelumnya antara perkembangan ginjal dan rangka tubuh, sebuah temuan yang berpotensi meningkatkan perawatan terhadap cacat bawaan tertentu, demikian disampaikan Universitas Haifa Israel dalam sebuah pernyataan pada Ahad (28/6).
Dalam studi yang telah dipublikasikan di jurnal Science Advances, para peneliti menemukan bahwa sel-sel paling awal pembentuk ginjal berasal dari wilayah embrionik yang sama dengan wilayah embrionik yang membentuk otot, tendon, dan sebagian tulang rangka tubuh. Temuan ini bertentangan dengan pandangan yang telah lama diyakini bahwa ginjal berkembang hanya dari sebuah area jaringan yang terpisah.
Tim peneliti mempelajari embrio beberapa hewan, termasuk hiu, lamprey, dan hewan laut berukuran kecil yang masih berkerabat dengan vertebrata.
Menggunakan teknologi pencitraan canggih, para peneliti melacak gen-gen awal yang terkait dengan pembentukan ginjal serta menguji bagaimana pemblokiran sinyal perkembangan utama memengaruhi pertumbuhan organ. Hasilnya menunjukkan bahwa sel-sel awal pembentuk ginjal muncul di wilayah yang juga berkembang menjadi otot dan struktur tulang.
Studi ini juga menunjukkan bahwa perkembangan ginjal dan rangka tubuh kemungkinan memiliki keterkaitan evolusi yang lebih erat daripada yang diyakini sebelumnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China targetkan peluncuran misi pemulangan sampel Mars sekitar 2028 mendatang
Indonesia
•
08 Sep 2024

Ilmuwan Saudi temukan jejak kaki manusia berusia 120.000 tahun
Indonesia
•
17 Sep 2020

COVID-19 – Kemenristek buat inovasi untuk ‘testing, tracing, treatment’
Indonesia
•
12 Oct 2020

China dan ASEAN tingkatkan kerja sama dalam penggunaan teknologi nuklir secara damai
Indonesia
•
03 Oct 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
