
Bank sentral Inggris pertahankan suku bunga acuan di angka 4,75 persen

Seorang wanita berjalan melewati Bank of England di London, Inggris, pada 13 April 2022. (Xinhua/Stephen Chung)
Suku bunga acuan Bank Sentral Inggris (BoE) dipertahankan di angka 4,75 persen, dengan BoE memperkirakan pertumbuhan PDB nol pada kuartal terakhir tahun ini, lebih lemah daripada pertumbuhan 0,3 persen yang diprediksi pada November.
London, Inggris (Xinhua/Indonesia Window) – Bank sentral Inggris, Bank of England (BoE), mempertahankan suku bunga acuannya di angka 4,75 persen, demikian menurut BoE dalam sebuah pernyataan pada Kamis (19/12).Dalam pertemuan yang berakhir pada Rabu (18/12), Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) BoE memutuskan dengan suara mayoritas 6 banding 3 untuk mempertahankan suku bunga. Tiga anggota memilih untuk menurunkan suku bunga sebesar 0,25 poin persentase, menjadi 4,5 persen.BoE menjelaskan bahwa inflasi harga konsumen (consumer price inflation/CPI) selama 12 bulan telah meningkat menjadi 2,6 persen pada November, yang menunjukkan "sedikit lebih tinggi daripada ekspektasi sebelumnya," karena terjadinya inflasi yang lebih kuat pada barang-barang inti dan makanan.
Orang-orang berjalan di Jembatan Westminster di London, Inggris, pada 8 Desember 2024. (Xinhua/Li Ying)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

ADB: Pemulihan pesat China cerahkan prospek ekonomi regional dan global
Indonesia
•
05 Apr 2023

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Angka kebangkrutan di Belanda melonjak 43 persen pada 2024
Indonesia
•
14 Aug 2024

IMF: Ekonomi global akan lebih sulit pada tahun 2023
Indonesia
•
02 Jan 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
