
Suplai gizi China terus meningkat pada 2022

Seorang petani memanen di sebuah ladang gandum di Desa Yantang, wilayah Kaiyang di Guiyang, Provinsi Guizhou, China barat daya, pada 31 Mei 2023. (Xinhua/Yang Wenbin)
Suplai gizi di China terus meningkat pada 2022, dengan tiga karakteristik utama pada 2022: produksi pangan yang meningkat secara stabil, penurunan impor makanan pokok, dan peningkatan berkelanjutan dalam pasokan gizi negara.
Beijing, China (Xinhua) – Suplai gizi di China terus meningkat pada 2022, menurut Laporan Perkembangan Pangan dan Gizi China 2023, yang dirilis pada Senin (18/12).Laporan tersebut menunjukkan bahwa produksi pangan dan suplai gizi China memiliki tiga karakteristik utama pada 2022: produksi pangan yang meningkat secara stabil, penurunan impor makanan pokok, dan peningkatan berkelanjutan dalam pasokan gizi negara.Laporan tersebut juga memasukkan penilaian kuantitatif terhadap kehilangan dan limbah makanan di China pada berbagai tingkatan.Menurut laporan tersebut, tingkat kehilangan dan limbah makanan di China sekitar 22,7 persen, dengan jumlah makanan yang hilang atau terbuang mampu memenuhi kebutuhan gizi 190 juta orang selama satu tahun dan menimbulkan kerugian ekonomi hingga 1,88 triliun yuan.Laporan tersebut memaparkan China harus mengandalkan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengurangi kerugian di seluruh rantai industri, mulai dari pertanian/peternakan hingga meja makan, dan menggunakan cara-cara legal dan finansial untuk mengurangi limbah makanan.Dokumen tersebut dirilis oleh Institut Pengembangan Pangan dan Gizi di bawah Kementerian Pertanian dan Pedesaan dalam Forum Inovasi dan Pengembangan Pangan dan Gizi China, yang digelar pada Senin.Forum itu diselenggarakan oleh Komite Konsultan Pangan dan Gizi Negara dan Akademi Ilmu Pertanian China (Chinese Academy of Agricultural Sciences/CAAS). Lebih dari 300 peserta saling bertukar pikiran di bidang pangan dan gizi, dan hampir 200.000 orang menyaksikan pertemuan tersebut secara daring dan waktu nyata.Pada forum tersebut, Wakil Presiden CAAS Ye Yujiang mengatakan bahwa CAAS akan bekerja sama dengan organisasi dari dalam dan luar negeri untuk mempercepat pengembangan penelitian dasar, penelitian terapan, transformasi pencapaian dan industrialisasi pangan dan gizi, yang bertujuan menyediakan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih kuat guna mendorong pembangunan China yang sehat.1 yuan = 2.175 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kasus sifilis melonjak di AS, capai tingkat yang belum pernah terjadi selama 70 tahun
Indonesia
•
02 Feb 2024

PBB: Krisis komoditas di Sudan picu lonjakan harga
Indonesia
•
12 May 2023

7 ekor anjing laut berbintik dilepasliarkan ke laut di Liaoning, China
Indonesia
•
17 Apr 2023

36 orang tewas akibat banjir di Pakistan dalam 24 jam
Indonesia
•
10 Sep 2022


Berita Terbaru

Kapal yang angkut 37 migran tanpa dokumen tenggelam di perairan Malaysia
Indonesia
•
13 May 2026

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026
