
Susah belajar Mandarin, gim di TikTok bisa jadi solusi

Seorang anak laki-laki menjajal #pinyinchallenge di TikTok untuk bermain sekaligus mempelajari bahasa Mandarin di Jakarta pada 18 April 2026. (Xinhua/Indalia Jayadinata)
Filter interaktif TikTok membantu pengguna mempelajari pelafalan pinyin bahasa Mandarin secara ringan, interaktif, dan berbasis permainan.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bahasa Mandarin Internasional pada 20 April, tren digital bertajuk #pinyinchallenge tengah ramai di kalangan anak muda Indonesia. Tantangan ini memanfaatkan filter interaktif di platform media sosial TikTok untuk membantu pengguna mempelajari pelafalan pinyin bahasa Mandarin secara ringan, interaktif, dan berbasis permainan.
Tantangan ini berbeda dari tren video biasa. Alih-alih sekadar menari atau menambahkan filter visual, peserta harus mengucapkan kata atau frasa bahasa Mandarin dengan benar sesuai pinyin agar bisa ‘lulus’ ke tahap berikutnya. Hanya pengucapan yang tepat yang akan memicu efek animasi dan memungkinkan level berikutnya terbuka.
Melalui mekanisme tersebut, pengguna tidak hanya membuat konten hiburan, tetapi juga mengikuti proses pembelajaran bertahap yang dirancang seperti permainan. Setiap level menuntut ketepatan intonasi dan pelafalan, sehingga mendorong pengguna untuk mengulang dan memperbaiki pengucapan mereka.
Selain hiburan, tantangan ini menjadi medium edukatif yang halus. Pengguna mempelajari intonasi, pelafalan pinyin, dan bentuk huruf Mandarin dengan cara interaktif. Hasilnya bukan sekadar video viral TikTok, tetapi pengalaman belajar bahasa Mandarin yang menyenangkan dan kolaboratif.
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya minat anak muda Indonesia terhadap bahasa Mandarin, terutama di ruang digital yang lebih akrab dengan format video pendek, film, dan gamifikasi. Sejumlah kreator konten pendidikan juga turut berpartisipasi dengan membagikan versi latihan dan panduan pengucapan untuk membantu pemula.
Seorang pelajar kelas 9 yang akan melanjutkan ke jenjang SMA, Victoria Jacquellyne (16), juga merasakan manfaat dari tren ini. "Menurut saya, challenge ini seru sekali. Saya jadi bisa belajar Mandarin, yang di sekolah saya menjadi mata pelajaran penting. Selama ini saya merasa itu susah dilafalkan pinyin-nya," katanya. Lewat challenge ini, imbuh Victoria, "belajar Mandarin justru seperti main gim, jadi lebih asyik, dan sekalian bisa jadi konten juga. Saya juga suka bersaing dengan teman, siapa yang bisa sampai level paling tinggi, dan tanpa sadar jadi bisa pelafalannya," ujarnya.
Dia juga menyebutkan bahwa tantangan ini memiliki beberapa kategori, mulai dari nama-nama buah, bagian tubuh, negara, hingga warna, yang semuanya harus diucapkan dalam bahasa Mandarin sesuai pinyin untuk melanjutkan ke level berikutnya.
Lusiana (39), seorang guru bahasa Mandarin di sebuah sekolah dasar di Jakarta, turut memuji tren interaktif ini dalam proses pembelajaran bahasa Mandarin. "Challenge ini sangat bagus, ya, terutama buat anak-anak yang sulit belajar, yang sukanya main ponsel, jadi mereka bisa bermain tetapi juga belajar. Saya juga pernah memberikan tugas ke mereka untuk mengumpulkan video konten bahasa Mandarin, dan ada sejumlah anak yang melakukan challenge ini. Ini bagus sekali," ujar Lusiana, yang sudah mengajar bahasa Mandarin selama 13 tahun.
Peringatan Hari Bahasa Mandarin Internasional sendiri menjadi latar yang relevan bagi berkembangnya tren ini, mengingat misi peringatan tersebut adalah untuk mendorong keberagaman bahasa dan akses pembelajaran lintas budaya di seluruh dunia.
Dengan format yang menggabungkan teknologi, interaksi, dan pembelajaran, #pinyinchallenge menunjukkan bagaimana media sosial dapat menjadi ruang baru bagi generasi muda untuk mengenal bahasa asing tanpa meninggalkan unsur hiburan yang mereka kenal sehari-hari.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Si miskin Zhang Xue ciptakan sepeda motor balap yang menangkan kejuaraan dunia
Indonesia
•
08 Apr 2026

Feature – Taman bertema Zootopia pertama di dunia dibuka di Shanghai Disney Resort
Indonesia
•
20 Dec 2023

COVID-19 - Lebih 100 pasien di Saudi diobati dengan plasma darah
Indonesia
•
04 Jul 2020

Pengeluaran warga AS naik untuk bensin dan makanan pada 2022
Indonesia
•
11 Mar 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
