
Trump sebut tarif untuk Meksiko ditangguhkan hingga 2 April

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadiri sebuah konferensi pers di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 13 Februari 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Tarif untuk Meksiko akan ditangguhkan hingga 2 April, berlaku untuk semua hal yang tercakup dalam Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (United States-Mexico-Canada Agreement/USMCA).
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (6/3) mengatakan di media sosial bahwa tarif untuk Meksiko akan ditangguhkan hingga 2 April, berlaku untuk semua hal yang tercakup dalam Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (United States-Mexico-Canada Agreement/USMCA)."Setelah berbicara dengan Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, saya setuju Meksiko tidak akan diharuskan membayar tarif untuk semua hal yang tercakup dalam Perjanjian USMCA. Perjanjian ini berlaku hingga 2 April," kata Trump dalam sebuah unggahan di platform media sosial "Truth Social"."Saya melakukan ini sebagai akomodasi, dan penghormatan terhadap Presiden Sheinbaum," ujar Trump, seraya menuturkan "hubungan kami selama ini sangat baik."Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick mengatakan kepada CNBC bahwa lebih banyak pembebasan tarif selama satu bulan di bawah USMCA "mungkin saja terjadi.""Kemungkinan itu akan mencakup semua barang dan jasa yang memenuhi standar USMCA, sehingga apa yang menjadi bagian dari kesepakatan Presiden Trump dengan Kanada dan Meksiko kemungkinan akan mendapatkan pembebasan dari tarif ini," kata Lutnick.Pengumuman terbaru Trump tentang tarif Meksiko muncul satu hari setelah Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa sang presiden memberikan pembebasan selama satu bulan kepada tiga produsen mobil besar dari tarif yang baru diberlakukan terhadap Meksiko dan Kanada.USMCA adalah perjanjian perdagangan yang dinegosiasikan, ditandatangani, dan pada akhirnya diberlakukan pada masa jabatan pertama Trump, bertujuan mengganti Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA) yang ada sebelumnya.Pada 1 Februari, Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengenakan tarif 25 persen untuk produk-produk yang diimpor dari Meksiko dan Kanada, dengan tarif tambahan sebesar 10 persen untuk produk energi Kanada. Pada 3 Februari, Trump mengumumkan penundaan pengenaan tarif selama 30 hari untuk kedua negara itu dan melanjutkan negosiasi. Berdasarkan keputusan ini, langkah-langkah tarif terkait mulai diberlakukan pada 4 Maret.Kanada telah mengumumkan langkah-langkah balasan, sementara Meksiko mengisyaratkan niatnya untuk menerapkan tarif dan tindakan balasan ekonomi lainnya. Kalangan pelaku usaha semakin khawatir terkait kenaikan biaya akibat tarif ini, yang dapat menaikkan harga konsumen dan berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi.Pasar saham telah menunjukkan volatilitas yang signifikan dalam merespons tarif baru tersebut, dengan ketidakpastian investor meningkat seiring dengan memuncaknya kekhawatiran akan potensi dampak ekonomi.Meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian ekonomi mungkin telah mendorong Trump untuk menilai kembali kebijakan-kebijakan perdagangannya.Trump belum membuat pengumuman tentang penundaan sementara untuk tarif Kanada. Dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Kamis, dirinya menuding Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memanfaatkan isu tarif untuk terus berkuasa.Sementara itu, Trudeau pada Kamis mengungkapkan Kanada akan terus terlibat dalam perang dagang dengan Amerika Serikat di masa mendatang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Teknologi pintar dan ramah lingkungan curi perhatian di ajang China-ASEAN Expo
Indonesia
•
29 Sep 2024

Uang beredar Desember 2021 meningkat jadi 7.867,1 triliun rupiah
Indonesia
•
24 Jan 2022

Produksi lokal Wuling di Indonesia capai 160.000 unit mobil
Indonesia
•
29 Nov 2024

WSJ: Pascaakuisisi First Republic, bank terbesar AS jadi makin besar
Indonesia
•
03 May 2023


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
