
Tim peneliti di Australia temukan pembuluh darah cetak 3D dapat ungkap rahasia strok

Ilustrasi. (Vector8DIY on Pixabay)
Teknik pencetakan tiga dimensi (3D) dapat menghasilkan replika pembuluh darah yang akurat secara anatomis dalam waktu dua jam, yang membantu mengungkap rahasia strok.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Australia mengembangkan teknik pencetakan tiga dimensi (3D) yang menghasilkan replika pembuluh darah yang akurat secara anatomis dalam waktu dua jam, yang membantu mengungkap rahasia strok.Perangkat tersebut sejauh ini telah membantu para peneliti mempelajari pembekuan darah yang menyebabkan strok dan dapat digunakan untuk menguji obat baru tanpa mengandalkan pengujian pada hewan, menurut rilis berita dari University of Sydney pada Rabu (19/11).Diciptakan oleh tim peneliti University of Sydney dan disebut sebagai "arteri pada sebuah cip", pembuluh darah yang dicetak 3D pada kaca tersebut meniru anatomi pembuluh darah dan dinamika fluida aliran darah, sehingga menjadi alat yang sangat berharga untuk mempelajari penyebab strok, menurut rilis berita itu.Meskipun ada metode diagnosis yang sudah mapan untuk penyakit kardiovaskular, namun belum ada metode untuk memprediksi kejadian awal yang menyebabkan pembekuan darah di arteri karotis, kata rilis berita tersebut."Kami tidak hanya mencetak pembuluh darah, kami mencetak harapan bagi jutaan orang yang berisiko terkena strok di seluruh dunia," yang bertujuan untuk menyediakan pengobatan vaskular yang dipersonalisasi bagi semua orang yang membutuhkannya, kata kandidat PhD Yunduo Charles Zhao dari School of Biomedical Engineering, University of Sydney.Tim peneliti menggunakan CT scan dari pasien strok untuk menghasilkan model 3D miniatur arteri karotis, mengecilkan ukurannya dari normal 5-7 milimeter menjadi hanya 200-300 mikrometer dan mengurangi waktu pembuatan dari 10 jam menjadi dua jam.Penelitian itu memungkinkan para peneliti untuk mengamati, secara waktu nyata (real time) dan melalui mikroskop, pembentukan gumpalan darah dan perilaku trombosit, yang merupakan komponen penting yang terlibat dalam pembekuan darah yang dapat menyebabkan strok, menurut rilis berita tersebut.Teknologi itu mengungkapkan bahwa gesekan dan kekuatan yang diciptakan oleh aliran darah yang bergerak melawan lapisan pembuluh darah memainkan peran besar dalam pergerakan trombosit yang mengatur pembekuan. Hal ini terjadi saat tekanan darah tinggi dan aterosklerosis, suatu penyakit arteri, kata rilis berita itu.Menurut tim peneliti, tahap berikutnya adalah mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan platform biofabrikasi untuk menciptakan "kembaran digital" yang dapat memprediksi serangan strok sebelum terjadi, beralih dari pengobatan reaktif ke pencegahan proaktif.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Puluhan landak Jawa kembali ke habitat alam
Indonesia
•
13 Nov 2019

Perjanjian untuk bangun pusat mangrove internasional pertama di dunia diteken di Shenzhen
Indonesia
•
08 Nov 2024

Benih zaitun dari stasiun luar angkasa China bertunas di Bumi
Indonesia
•
20 Nov 2024

Pakaian astronaut Feitian generasi kedua dukung 20 kali spacewalk di stasiun luar angkasa China
Indonesia
•
19 Aug 2025


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
