
Pelabuhan pintar China tumbuh pesat di tengah berbagai tantangan

Foto yang diabadikan pada 17 Mei 2022 ini menunjukkan pemandangan terminal peti kemas otomatis Pelabuhan Air Dalam Yangshan Shanghai di Shanghai, China timur. (Xinhua/Ding Ting)
Teknologi pelabuhan pintar China membuat negara ini hanya membutuhkan waktu 33 bulan untuk membangun terminal pintar nol karbon Pelabuhan Tianjin dari sebuah pantai yang sepi, dengan efisiensi operasional jembatan tunggal meningkat lebih dari 40 persen, dan alokasi personel berkurang 60 persen dibandingkan dengan terminal tradisional.
Shenzhen, China (Xinhua) – Industri pelabuhan dan transportasi air global sangat terdampak oleh pandemik COVID-19. Namun, berkat pencegahan dan pengendalian epidemi yang baik, serta keunggulan manufakturnya, pelabuhan-pelabuhan utama di China mencatatkan peningkatan throughput dan membuat kemajuan besar dalam konstruksi digital dan pintar, memainkan peran utama dalam pembangunan pintar pelabuhan secara global.China kini memimpin dunia dalam hal jumlah terminal otomatis, baik yang telah dibangun maupun yang sedang dibangun, menurut Kementerian Transportasi China. Sejalan dengan pertumbuhan dalam skala, China membentuk jalur pembangunan yang memungkinkan rekonstruksi dermaga baru dan dermaga tradisional berjalan beriringan, dengan berbagai jalur teknologi diambil secara bersamaan.Sejak tiang pancang pertama dipasang pada Desember 2019, China hanya membutuhkan waktu 33 bulan untuk membangun terminal pintar nol karbon Pelabuhan Tianjin dari sebuah pantai yang sepi, dengan efisiensi operasional jembatan tunggal meningkat lebih dari 40 persen, dan alokasi personel berkurang 60 persen dibandingkan dengan terminal tradisional.Pada fase keempat Pelabuhan Air Dalam Yangshan Shanghai, jarak kendali jarak jauh peralatan menembus 100 kilometer. Di terminal pelabuhan otomatis di Qingdao, Provinsi Shandong, 16 crane jembatan otomatis dan 76 crane trek otomatis beroperasi dengan lancar, dan 83 kendaraan berpemandu otomatis melintas silih berganti. Ini menjadi pencapaian terbaru dalam pembangunan terminal pintar di China dalam beberapa tahun terakhir.Mi Weijian, seorang profesor di Universitas Maritim Shanghai, menuturkan bahwa meskipun China memulai pembangunan pelabuhan pintar relatif terlambat, berbagai kebijakan yang menguntungkan telah diluncurkan secara berturut-turut dalam beberapa tahun terakhir.Didukung dengan investasi berkelanjutan dari pelabuhan domestik dan sejumlah besar perusahaan teknologi tinggi, konsep dan praktik pembangunan pelabuhan pintar menjadi inovatif, ungkap Mi, seraya menambahkan bahwa tingkat kecerdasan pelabuhan China sudah berada di garis depan dunia, yang memainkan peran terdepan dan teladan dalam pembangunan pintar pelabuhan global.Wang Yusheng, Wakil Manajer Umum Shandong Port Science and Technology Group, mengatakan bahwa sebelum integrasi pelabuhan Shandong, semua pelabuhan merupakan badan usaha milik negara yang beroperasi secara mandiri, dengan tingkat pengembangan informasi yang tidak seimbang dan rute teknis yang bervariasi, serta fenomena data island menjadi isu serius.Sejak 2020, grup tersebut bekerja sama dengan perusahaan lain untuk meningkatkan fasilitas yang ada di Shandong menjadi terminal peti kemas tepi laut yang sepenuhnya otomatis, yang mengurangi biaya keseluruhan hingga 70 persen dibandingkan dengan terminal-terminal yang baru dibangun."Sekarang kami memiliki terminal tradisional, terminal semi otomatis, dan terminal otomatis penuh," kata Wang. "Bongkar dan muat kapal dapat dilakukan di tiga jenis terminal berbeda, yang memaksimalkan integrasi sumber daya terminal."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Imbas krisis Laut Merah, 90 persen kapal kontainer alami keterlambatan di Singapura
Indonesia
•
05 Jul 2024

Penelitian ungkap dampak positif investasi China di Zimbabwe
Indonesia
•
19 Oct 2022

Dompet Dhuafa mulai kembangkan sistem berbasis digital
Indonesia
•
23 Feb 2023

Indeks harga logistik angkutan jalan China naik pada Januari 2023
Indonesia
•
06 Feb 2023


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
