
Tiba di London, presiden perkuat kemitraan strategis Indonesia – Inggris

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, tiba di Bandar Udara London Stansted, Inggris, pada Ahad, 18 Januari 2026. (Sekretariat Kabinet RI)
Keir Starmer akan menerima Presiden Prabowo Subianto di kantor perdana menteri Inggri tersebut dalam upaya memperkuat dialog serta kerja sama bilateral di berbagai bidang strategis.
Jakarta (Indonesia Window) – Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara London Stansted pada Ahad, 18 Januari, untuk bertemu Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer, dalam kunjungan kerja guna memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris.
Kedatangan Presiden Prabowo di bandara tersebut disambut oleh Deputy Lieutenant of Essex Mark Bevan, Foreign Secretary’s Special Representative Adele Taylor MBE, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, dan Atase Pertahanan RI untuk Inggris Kolonel Inf. Wiyata S. Aji.
Selama kunjungan kerja tersebut, presiden dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Inggris, Keir Starmer.
Pertemuan tersebut rencananya berlangsung di Kantor PM Inggris dan menjadi momentum penting untuk memperkuat dialog serta kerja sama bilateral di berbagai bidang strategis.
Selain dengan PM Starmer, presiden juga diagendakan melakukan pertemuan dengan Raja Inggris Charles III.
Pertemuan dengan Kepala Negara Inggris tersebut akan berlangsung di St. James’s Palace sebagai bagian dari rangkaian diplomasi tingkat tinggi antara kedua negara.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris telah terjalin sejak Desember 1949 dan terus berkembang secara konsisten. Seiring waktu, hubungan bilateral kedua negara meningkat menjadi kemitraan yang makin strategis dan saling menguntungkan.
Kerja sama Indonesia dan Inggris saat ini mencakup sejumlah sektor prioritas yang bersifat komprehensif, mulai dari bidang ekonomi hingga isu-isu global yang menjadi perhatian bersama.
Kedua negara terus berkomitmen untuk memperluas ruang kolaborasi guna menjawab tantangan bersama di masa depan.
Kemitraan strategis baru antara Indonesia dan Inggris bertumpu pada empat pilar utama yakni pertumbuhan ekonomi; iklim, energi, dan alam; pertahanan dan keamanan; serta manusia dan masyarakat.
Kunjungan kenegaraan tersebut menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjalankan diplomasi aktif dan memperluas kerja sama internasional yang berdampak nyata bagi kepentingan nasional.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenag minta hak jamaah haji dipenuhi
Indonesia
•
29 Jun 2023

COVID-19 – Indonesia terima 1 juta dosis vaksin Sinopharm
Indonesia
•
12 Jun 2021

Stok-distribusi BBM dan LPG aman pascaerupsi Semeru
Indonesia
•
06 Dec 2021

Pakar hukum ingatkan paslon kepala daerah siapkan timses yang paham hukum jelang Pilkada
Indonesia
•
01 Nov 2024


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
