
Erupsi Gunung Marapi, 28 pendaki selamat, 11 meninggal

Gunung Marapi di Provinsi Sumatra Barat memuntahkan material vulkanis pada 4 Desember 2023. Gunung Marapi di Provinsi Sumatra Barat mengalami erupsi pada Minggu (3/12), melontarkan abu dan berdampak pada daerah-daerah dalam radius beberapa kilometer. (Xinhua/Andri Mardiansyah)
Tim gabungan membawa para pendaki ke fasilitas medis untuk perawatan lebih lanjut, di antaranya RSUD RSUD Dr Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi dan RSUD Padang Panjang.
Jakarta (Indonesia Window) – Tim gabungan masih melakukan pencarian dan pertolongan bagi para pendaki Gunung Marapi di Provinsi Sumatra Barat, dan hingga Senin (4/12) pagi, 28 pendaki dinyatakan selamat dan 11 lainnya meninggal dunia."Erupsi masih terjadi dan upaya pencarian masih kami lakukan bersama tim gabungan," kata Ade Setiawan yang memimpin Tim Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Agam.Pusdalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat pada Senin (4/12), pukul 10.30 WIB, sebanyak 28 dari total 75 orang pendaki yang sudah dievakuasi oleh tim gabungan.Dari 28 pendaki, sebanyak 19 orang yang sudah ditemukan dan dipulangkan oleh tim gabungan. Sedangkan sembilan pendaki tambahan juga telah dievakuasi hingga hari ini, Senin (4/12).Tim gabungan membawa para pendaki ke fasilitas medis untuk perawatan lebih lanjut, di antaranya RSUD RSUD Dr Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi dan RSUD Padang Panjang.Sementara itu, tim gabungan mengevakuasi 11 pendaki dalam kondisi meninggal dunia. Petugas masih melakukan identifikasi kesebelas jenazah yang dievakuasi pada hari ini.Sebelumnya, Pusdalops BNPB masih menerima informasi 26 pendaki yang belum berhasil dievakuasi.Nama ke-26 pendaki telah teridentifikasi, dengan rincian sebanyak 20 orang teridentifikasi melalui pendaftaran yang terlacak dari jejak digital. Sedangkan sisanya, mereka terdaftar saat di lokasi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi.Hingga kini belum ada konfirmasi identitas 11 pendaki tersebut apakah masuk ke dalam 26 pendaki yang namanya sudah teridentifikasi melalui mekanisme pendaftaran TWA Gunung Marapi.Sementara itu, data mutakhir dari aktivitas vulkanik di Gunung Marapi per Senin (4/12) pagi hingga pukul 06.00 WIB, tercatat ada delapan kali letusan dan 43 kali hembusan, dengan amplitudo paling besar mencapai 14,2 mm serta berdurasi selama 56 detik.Tim BPBD Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam terus memonitor perkembangan erupsi Gunung Marapi di lokasi guna melakukan tindakan cepat dalam penanganan evakuasi warga apabila kembali terjadi aktivitas vulkanik yang lebih besar.Pihak BPBD juga mengimbau kepada masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak melakukan aktivitas di bawah radius tiga kilometer dari puncak atau kawah.Selain itu masyarakat agar memakai masker, topi, dan kaca mata ketika beraktivias di luar ruangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum bisa diverifikasi kebenarannya.Terkait dengan aktivitas vulkanik, Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Gunung Marapi pada status level II atau ‘Waspada’.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kominfo putus akses 15 situs dan aplikasi perjudian daring
Indonesia
•
03 Aug 2022

Indeks pembangunan pemuda 2020 turun menjadi 51,00 selama pandemik
Indonesia
•
16 Dec 2021

Negara Kepulauan dan Pulau sepakat perkuat kerja sama dengan prinsip solidaritas,Inklusivitas
Indonesia
•
12 Oct 2023

Flash – Putri Candrawathi divonis 20 tahun penjara
Indonesia
•
13 Feb 2023


Berita Terbaru

Para pemimpin ASEAN prioritaskan keamanan dan ketahanan energi serta pangan di KTT Ke-48
Indonesia
•
11 May 2026

Kemiskinan ekstrem di China lenyap, jadi model pengentasan di Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Analisis – Stabilitas Selat Malaka jadi sorotan di tengah ketegangan lintasan ‘chokepoint’ global
Indonesia
•
10 May 2026

Presiden dorong ekonomi biru, Kampung Nelayan Merah Putih jadi model kemandirian pesisir
Indonesia
•
10 May 2026
