Feature – Manis dan asam buah salak Indonesia pikat lidah masyarakat China

Seorang pekerja memetik buah salak saat panen di kawasan pertanian salak di Desa Wonokerto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 7 Juli 2025. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Tingginya permintaan buah salak Indonesia dari China menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan bagi banyak petani salak, khususnya petani salak di Yogyakarta.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Rasa manis sedikit asam khas buah salak Indonesia kian populer di kalangan masyarakat China. Tingginya permintaan buah salak dari negara itu menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan bagi banyak petani salak, khususnya petani salak di Yogyakarta.Di media sosial China, seperti Xiaohongshu atau RedNote, salak makin populer dengan banyaknya video ulasan yang telah meraih ribuan suka dan komentar. Salah seorang pemengaruh (influencer) dengan nama akun @sukimao94 yang memiliki pengikut lebih dari 500.000 orang, sempat mengunggah video ulasan yang menyebut salak sebagai salah satu buah favoritnya karena lezat dan kaya nutrisi. Video itu kemudian meraih hampir 14.000 suka dan lebih dari seribu komentar yang sebagian besar mengatakan penasaran dengan rasa buah salak.China sejak lama memang telah mengimpor buah salak dari Indonesia. Namun, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat peningkatan yang cukup signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini terlihat dari volume ekspor ke China selama periode Januari-April 2025 yang meningkat menjadi 571 ton, atau naik 90 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan volume ini, China menjadi negara terbesar kedua tujuan ekspor salak Indonesia setelah Malaysia.
Seorang pekerja memetik buah salak saat panen di kawasan pertanian salak di Desa Wonokerto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 7 Juli 2025. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Seorang pekerja memetik buah salak saat panen di kawasan pertanian salak di Desa Wonokerto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 7 Juli 2025. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Pekerja memilah buah salak yang bagus seusai dipanen di kawasan pertanian salak di Desa Wonokerto, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 7 Juli 2025. (Xinhua/Agung Supriyanto)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Trump teken perintah pemberlakuan tarif universal 50 persen untuk impor produk tembaga tertentu
Indonesia
•
02 Aug 2025

Indonesia tawarkan pasar digital dalam kesepakatan perdagangan terbatas dengan AS
Indonesia
•
03 Nov 2020

Ekonomi halal diperkirakan bernilai 3,2 triliun dolar AS 2024
Indonesia
•
09 Sep 2020

Pertumbuhan China diperkirakan hampir 8 persen, negara berkembang 3,4 persen
Indonesia
•
06 Jan 2021
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
