Survei ungkap tingkat merokok di kalangan pelajar sekolah menengah China turun

Seorang pekerja komunitas membantu seorang anak mengenakan masker dengan stiker antirokok menjelang Hari Tanpa Tembakau Sedunia (31 Mei) di Komunitas Shengshiyucheng di Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China utara, pada 30 Mei 2020. (Xinhua/Wang Xiao)
Tingkat merokok di kalangan pelajar sekolah menengah China tercatat sebesar 4,2 persen pada 2023, turun 0,5 poin persentase dari tahun 2021.
Hangzhou, China (Xinhua) – Hasil survei nasional yang dirilis pada Jumat (31/5) menunjukkan bahwa tingkat merokok di kalangan pelajar sekolah menengah China sebesar 4,2 persen pada 2023, turun 0,5 poin persentase dari tahun 2021.Tingkat pelajar yang melaporkan bahwa mereka mencoba merokok pada 2023 sebesar 13,7 persen, turun 3 poin persentase dari 2021, ungkap survei tersebut.Hasil survei itu dipublikasikan dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) China untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia ke-37 pada Jumat. Survei itu melibatkan lebih dari 250.000 pelajar sekolah menengah dari 31 daerah setingkat provinsi di China dan mendapatkan tingkat respons lebih dari 95 persen.Tingkat penggunaan rokok elektronik di kalangan pelajar sekolah menengah di negara tersebut adalah 2,4 persen pada 2023, turun 1,2 poin persentase dari dua tahun lalu, yang menunjukkan penurunan lebih dari 30 persen, menurut survei tersebut.Survei itu juga menunjukkan bahwa jumlah perokok di sekolah telah menurun, meski tidak ada perubahan signifikan dalam keluarga. Meningkatkan kesadaran tentang bahaya yang disebabkan oleh kecanduan rokok dan rokok elektrik tetap diperlukan, katanya.Survei itu dilakukan antara September 2023 hingga Januari 2024. NHC memercayakan tugas tersebut kepada Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, yang kemudian memandu pelaksanaan survei serta melakukan pengumpulan dan analisis data.Para ahli telah memperingatkan bahwa remaja sangat rentan terhadap efek jangka panjang nikotin. Paparan selama masa remaja dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, menyebabkan masalah seperti daya ingat dan rentang perhatian (attention span), peningkatan impulsivitas, dan peningkatan kecemasan.China telah melakukan serangkaian langkah untuk memperkuat pengendalian tembakau dan menciptakan lingkungan bebas rokok. Tindakan terkait telah masuk dalam tugas utama inisiatif China Sehat, dan upaya telah dilakukan untuk menciptakan lingkungan rumah dan sekolah yang bebas rokok. Penggunaan tembakau di kalangan anak muda telah dipantau secara rutin, dan China telah menindak penjualan ilegal tembakau kepada anak di bawah umur.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

AS kesulitan tangani lonjakan kasus penyakit pernapasan dan kelangkaan obat
Indonesia
•
16 Dec 2022

PBB: Badan-badan kemanusiaan bantu warga pesisir Suriah pulih dari kekerasan
Indonesia
•
13 Mar 2025

Pakar Turkiye sebut "kepulangan massal" pengungsi Suriah sulit terjadi saat ini
Indonesia
•
24 Dec 2024

Populasi warga Korsel berlatar belakang migran meningkat pada 2024
Indonesia
•
09 Dec 2025
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026

Sri Lanka pertimbangkan pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur
Indonesia
•
28 Jan 2026
