
China catat perbaikan kontinu dalam hal berkurangnya air dan tanah

Foto yang diabadikan pada 5 September 2024 ini menunjukkan pemandangan Danau Huahu di Cagar Alam Nasional Lahan Basah Ruoergai di wilayah Ruoergai, Prefektur Otonom Etnis Tibet-Qiang Aba, Provinsi Sichuan, China barat daya. (Xinhua/Xu Bingjie)
Tingkat pelestarian air dan tanah China telah meningkat secara konstan, sementara ekosistem sungai dan danaunya mengalami peningkatan stabil.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China mencatat penurunan berkelanjutan dalam hal berkurangnya air dan tanah selama beberapa tahun terakhir berkat upaya masif untuk menangani sungai, danau, dan bendungan, melestarikan air dan tanah, serta melindungi ekologi dan lingkungan, kata seorang pejabat China pada Senin (23/9).Wakil Menteri Sumber Daya Air China Li Liangsheng mengatakan berkat upaya ini, tingkat pelestarian air dan tanah China telah meningkat secara konstan, sementara ekosistem sungai dan danaunya mengalami peningkatan stabil. Penanganan negara terkait berkurangnya air dan tanah telah mencakup area dengan total luas 620.000 kilometer persegi selama 10 tahun terakhir, imbuhnya.Li, yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Direksi Pusat Penelitian dan Pelatihan Internasional tentang Erosi dan Sedimentasi (International Research and Training Center on Erosion and Sedimentation/IRTCES), mengatakan bahwa seiring dampak perubahan iklim global menjadi semakin intens, aktivitas manusia meningkat, dan industrialisasi mengalami percepatan, peristiwa cuaca ekstrem pun lebih sering terjadi dan banyak negara menghadapi masalah sedimentasi dan erosi.Li mengatakan IRTCES akan melakukan lebih banyak upaya untuk memainkan peran pentingnya dalam isu erosi dan sedimentasi global, serta mendukung upaya guna mencapai tujuan yang ditetapkan untuk fase kesembilan Program Hidrologi Antarpemerintah UNESCO.Pernyataan itu disampaikan Li dalam sebuah acara yang digelar di Beijing pada Senin untuk merayakan ulang tahun ke-40 pusat tersebut, yang didirikan oleh pemerintah China dan UNESCO pada 1984.Selama 40 tahun terakhir, pusat tersebut telah memimpin kemajuan ilmiah dan teknologi di bidang erosi dan sedimentasi, mendorong pertukaran akademis, dan memainkan peran penting dalam meningkatkan kerja sama penelitian internasional di bidang erosi dan sedimentasi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Mobile World Congress 2025 dibuka di Barcelona dengan fokus pada AI dan 5G
Indonesia
•
05 Mar 2025

Cuaca tenang tanpa angin picu pemutihan karang di Great Barrier Reef
Indonesia
•
19 Jan 2026

Peneliti China ungkap hukum kolonisasi biotik gua di wilayah Asia Timur yang beriklim subtropis
Indonesia
•
18 Aug 2022

Ilmuwan temukan dasar genetik yang membuat beberapa panda berwarna cokelat
Indonesia
•
08 Mar 2024


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
