
Tingkat stres di Jerman capai rekor tertinggi di tengah meningkatnya tekanan pribadi dan krisis global

Foto yang diabadikan pada 9 Oktober 2025 ini menunjukkan Gerbang Brandenburg yang diterangi cahaya dalam ajang Festival of Lights 2025 di Berlin, Jerman. (Xinhua/Zhang Haofu)
Tingkat stres di Jerman mencapai rekor tertinggi baru, dengan 66 persen orang dewasa mengaku sering atau sesekali merasa stres, sementara hanya delapan persen responden yang menyatakan tidak stres sama sekali.
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Tingkat stres di Jerman mencapai rekor tertinggi baru, dengan 66 persen orang dewasa mengaku sering atau sesekali merasa stres, menurut laporan yang dirilis pada Rabu (26/11).Hanya delapan persen responden yang menyatakan tidak stres sama sekali, menurut Laporan Stres (Stress Report) 2025 yang diterbitkan oleh dana asuransi kesehatan wajib Jerman, Techniker Krankenkasse (TK).Ekspektasi pribadi yang tinggi muncul sebagai sumber stres utama, dengan 61 persen responden menyatakan hal tersebut. Tekanan dari sekolah, universitas, atau pekerjaan menyusul dengan 58 persen. Isu politik dan sosial menempati peringkat ketiga dengan 53 persen, dengan perang dan konflik internasional menjadi kekhawatiran yang paling signifikan.Jens Baas, ketua dewan direksi TK, memperingatkan bahwa stres kronis meningkatkan risiko masalah kesehatan fisik dan mental. Data survei menunjukkan, individu yang mengalami stres melaporkan tingkat nyeri punggung, kelelahan, kegelisahan batin, gangguan tidur, dan perasaan mudah marah yang jauh lebih tinggi.Survei representatif ini, yang dilakukan oleh lembaga survei Forsa atas nama TK ini pada Mei 2025, melibatkan 1.407 orang dewasa di seluruh Jerman.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Korban tewas akibat runtuhnya tambang batu bara di China jadi 6 orang
Indonesia
•
24 Feb 2023

Buku baru karya akademisi Jepang ungkap kebenaran perang klandestin Jepang pada PD II
Indonesia
•
09 Jul 2024

Shanghai di China punya 670 taman
Indonesia
•
26 Jan 2023

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
