
Kunjungan wisatawan China ke Indonesia tembus rekor tertinggi sejak pandemik COVID-19

Foto dari udara yang diabadikan pada 24 Desember 2023 ini memperlihatkan pemandangan Pantai Nusa Dua di Provinsi Bali, salah satu destinasi wisata terkenal di Tanah Air. (Xinhua/Xu Qin)
Tren kunjungan wisatawan China menunjukkan pemulihan, tetapi capaiannya masih jauh di bawah kondisi normal sebelum pandemik COVID-19.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Jumlah kunjungan wisatawan China ke Indonesia terus meningkat dan mencapai rekor tertinggi sejak pandemik COVID-19 pada Juli 2024. Namun, pemerintah dinilai masih perlu melakukan berbagai terobosan untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan China.Jumlah kunjungan wisatawan China ke Indonesia mencapai 126.100 pada Juli 2024 berdasarkan laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat sebagai yang tertinggi sejak Februari 2020.Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Chusmeru menyebut salah satu pendorong peningkatan wisatawan China berasal dari anak muda China yang tertarik berwisata ke Indonesia untuk aktivitas petualangan, alam, dan kebudayaan. Tingginya jumlah wisatawan muda tersebut memberi keuntungan tersendiri."Mereka (wisatawan muda) cenderung memiliki banyak pilihan destinasi untuk dikunjungi, sehingga ini akan memengaruhi lama tinggal dan pengeluaran yang semakin tinggi," katanya saat dihubungi Xinhua.Meski tren kunjungan wisatawan China menunjukkan pemulihan, tetapi capaiannya masih jauh di bawah kondisi normal sebelum pandemik COVID-19. Jumlah kumulatif Januari-Juli 2024 tercatat 695.000 kunjungan atau hanya sekitar 60 persen dari capaian di periode yang sama pada 2019.Pemerintah didorong untuk lebih aktif menyusun berbagai kebijakan yang dapat menarik lebih banyak wisatawan China. Chusmeru menyarankan pemerintah untuk meningkatkan frekuensi penerbangan langsung yang menghubungkan kedua negara tersebut, memberikan pembebasan visa, meningkatkan pameran wisata di China, melakukan inovasi paket perjalanan wisata, serta memperbanyak kegiatan di lokasi wisata yang bisa menarik minat wisatawan China.Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies/ASITA) Budijanto Ardiansjah menyebut meski ada kenaikan permintaan perjalanan wisata dari wisatawan China, tetapi masih didominasi oleh beberapa destinasi populer seperti Bali, Labuan Bajo, dan Jakarta.Selain itu, sejumlah hal masih perlu dilakukan pemerintah untuk mendongkrak lebih banyak kunjungan dari China. "Perlu promosi yang lebih intens dibarengi dengan jaminan keamanan dan kenyamanan serta harga yang kompetitif," kata Budijanto.Pemerintah saat ini sedang menyusun kebijakan pembebasan visa untuk 20 negara termasuk di antaranya China. Pemerintah menargetkan total kunjungan wisatawan China ke Indonesia bisa mencapai 1,5 juta tahun ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

House of Handicraft Indonesia bangkitkan UMKM Indonesia di Jepang
Indonesia
•
17 May 2025

China naikkan tarif tambahan untuk impor dari AS jadi 125 persen
Indonesia
•
12 Apr 2025

Utang global 2020 capai rekor 226 triliun dolar di tengah pandemik
Indonesia
•
16 Dec 2021

Chery luncurkan mobil baru TIGGO 5X, harga di bawah 300 juta rupiah
Indonesia
•
22 Feb 2024


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
