
Triliuner Saudi Pangeran Alwaleed luncurkan pusat filantropi di metaverse

Triliuner Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal meluncurkan pusat filantropi virtual di metaverse pada Rabu (16/11/2022). (Alwaleed Philanthropies)
Pusat filantropi virtual milik triliuner Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, diluncurkan pada platform metaverse Decentraland pada 16 November 2022, bertepatan dengan Hari Toleransi Internasional.
Jakarta (Indonesia Window) – Triliuner Saudi Pangeran Alwaleed bin Talal meluncurkan pusat filantropi virtual di metaverse pada Rabu (16/11).Peluncuran tersebut menampilkan pengalaman imersif yang terdiri dari pameran virtual sains, seni, dan budaya Arab bersejarah, dan dikuratori oleh beberapa museum dan universitas top dunia dalam kemitraan dengan Filantropi Alwaleed.Salah satu pameran tersebut adalah eksplorasi Astrolabe, yakni instrumen ilmiah Islam kuno yang digunakan untuk berbagai perhitungan matematis.Pameran lainnya berfokus pada tulisan Compendium of Chronicles karya sejarawan Persia abad pertengahan Rashid Al-Din, sementara di ruang virtual lain para tamu dapat menjelajahi kerajinan tangan tradisional Saudi dari merek Alwaleed Philanthropies sendiri, Mizwada.Selain itu, Ruang Darzah menampilkan produk buatan tangan nirlaba Palestina, dan The Aleppo Room memamerkan interior yang menakjubkan dari rumah besar Suriah abad ke-17.Pusat filantropi Pangeran Alwaleed bin Talal dikurasi oleh Alwaleed Philanthropies bekerja sama dengan Museum Universitas Oxford, Museum Pergamon Berlin, Universitas Edinburgh, organisasi non-pemerintah kerajinan Timur Tengah Turquoise Mountain Foundation, dan desainer kerajinan Palestina Darzah.Pusat filantropi itu diluncurkan pada platform metaverse Decentraland pada 16 November lalu, bertepatan dengan Hari Toleransi Internasional.“Alwaleed Philanthropies berkomitmen untuk mengerahkan upaya kolektif guna mengungkap pikiran dan membongkar perbatasan, karena kami percaya pada dunia terbuka dan beroperasi dengan konsep menciptakan dampak pada kehidupan masyarakat secara global,” kata sekretaris jenderal kelompok tersebut Putri Lamia bint Majed dalam sebuah pernyataan.“Komitmen kami kepada umat manusia, adalah untuk secara permanen mencari pendekatan inovatif saat kami membangun koneksi untuk pemahaman budaya yang lebih baik serta toleransi tanpa batas,” lanjutnya.“Di Alwaleed Philanthropies, kami berinisiatif dan berkolaborasi, untuk bersama-sama melakukan perbuatan baik, melalui kerja sama dengan berbagai organisasi filantropis, pemerintah, dan pendidikan untuk memerangi kemiskinan, memberdayakan perempuan dan pemuda, mengembangkan komunitas, memberikan bantuan bencana, dan menciptakan pemahaman budaya,” ujar Putri Lamia bint Majed.Sumber: Al Arabiya EnglishLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemnaker luncurkan ‘Talent and Innovation Hub’, perkuat kolaborasi talenta dan industri untuk ciptakan lapangan kerja
Indonesia
•
29 Apr 2026

Wawancara kualitatif tentang buku ‘Aplikasi Model Manajemen Strategis dalam Pemerintahan Studi Kasus dari Madinah hingga Ustmaniyyah’
Indonesia
•
10 May 2026

Mendag musnahkan 730 bal pakaian, sepatu, tas bekas
Indonesia
•
17 Mar 2023

KBRI Athena luncurkan Indonesian-Hellenic Business Forum
Indonesia
•
26 Mar 2023


Berita Terbaru

Lembaga amil zakat SIP salurkan infak kemanusiaan Palestina 1,2 miliar rupiah melalui BAZNAS RI
Indonesia
•
12 May 2026

Para pemimpin ASEAN prioritaskan keamanan dan ketahanan energi serta pangan di KTT Ke-48
Indonesia
•
11 May 2026

Kemiskinan ekstrem di China lenyap, jadi model pengentasan di Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Analisis – Stabilitas Selat Malaka jadi sorotan di tengah ketegangan lintasan ‘chokepoint’ global
Indonesia
•
10 May 2026
