
Trump ancam kesepakatan gencatan senjata jika Iran tewaskan tentara AS

Foto yang diabadikan pada 11 April 2026 ini menunjukkan pemandangan eksterior Hotel Serena yang digunakan sebagai lokasi perundingan antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan. (Xinhua/Wang Shen)
AS dan Iran baru-baru ini menghadapi sejumlah konfrontasi paling intens di antara keduanya, termasuk serangan AS terhadap Pulau Qeshm di Iran serta serangan Iran terhadap instalasi militer AS di kawasan tersebut.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memberi tahu para ajudannya bahwa dia mungkin akan mempertimbangkan kembali gencatan senjata dengan Iran jika pasukan Iran menewaskan tentara Amerika, lapor media lokal mengutip pejabat AS.
Peringatan ini muncul saat gencatan senjata rapuh yang dicapai pada April masih berlaku meski terjadi eskalasi bentrokan selama berpekan-pekan. AS dan Iran baru-baru ini menghadapi sejumlah konfrontasi paling intens di antara keduanya, termasuk serangan AS terhadap Pulau Qeshm di Iran serta serangan Iran terhadap instalasi militer AS di kawasan tersebut.
Para pejabat AS mengatakan bahwa bentrokan yang berulang kali terjadi telah meningkatkan tekanan terhadap Trump dan menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan gencatan senjata itu.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump dan pemerintahannya dilaporkan berupaya menyusun sebuah nota kesepahaman dengan Teheran yang akan memaparkan kerangka kerja untuk negosiasi selama sekitar 60 hari. Namun, upaya tersebut tampaknya kehilangan momentum pada Selasa (2/6), ketika kantor berita semiresmi Iran, Fars News Agency, melaporkan bahwa pembicaraan antara kedua belah pihak telah menemui jalan buntu.
Israel dan Lebanon pada Rabu (3/6) sepakat untuk melanjutkan gencatan senjata, menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh kedua negara dan AS, terlepas dari syarat-syarat yang belum terpenuhi, termasuk penghentian total serangan oleh Hizbullah dan penarikan seluruh anggota Hizbullah dari Sektor Litani Selatan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah memperingatkan bahwa serangan beruntun Israel terhadap Beirut dapat memicu kembalinya perang skala penuh, mengaitkan masa depan konflik tersebut dengan nasib gencatan senjata antara Washington dan Teheran.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengeluarkan pernyataan pada Senin (1/6), yang menyoroti pelanggaran gencatan senjata April oleh AS dan Israel.
Pernyataan itu menyebutkan bahwa setelah gencatan senjata, AS telah berulang kali melakukan "pelanggaran terang-terangan," termasuk serangan berkelanjutan terhadap aktivitas pelayaran Iran, dan Israel telah "secara terbuka" melanggar gencatan senjata, serta kedaulatan nasional dan integritas teritorial Lebanon.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China desak diakhirinya upaya menghasut konfrontasi regional
Indonesia
•
02 Feb 2023

Tesla kehilangan 126 miliar dolar karena investor khawatir pembelian Twitter
Indonesia
•
27 Apr 2022

Saudi terapkan Smart Makkah untuk layanan haji holistik
Indonesia
•
19 Feb 2020

China dukung Kuba dalam menentang campur tangan dan blokade asing
Indonesia
•
03 Nov 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
