
Pakar kesehatan peringatkan agar tidak remehkan risiko "tumor lambat"

Tim dokter melakukan operasi allotransplantasi laring di Rumah Sakit China Barat Universitas Sichuan di Chengdu, Provinsi Sichuan, China barat daya, pada 29 April 2023. (Xinhua/Rumah Sakit China Barat Universitas Sichuan)
Tumor yang tidak aktif pun dapat berubah menjadi bentuk yang lebih invasif, terutama ketika lingkungan tumor berubah atau lebih banyak mutasi genetik yang terakumulasi.
Beijing, China (Xinhua) – Para pakar kesehatan telah memperingatkan agar tidak meremehkan risiko "tumor lambat" (indolent tumor) di saat China memperingati Pekan Antikanker Nasional ke-30 yang jatuh pada 15-21 April.Tumor adalah benjolan yang muncul akibat sel-sel tubuh tumbuh secara berlebihan. Kondisi ini terjadi ketika sel lama yang seharusnya mati masih terus bertahan hidup, sementara pembentukan sel-sel baru terus terjadi.Kanker-kanker jenis tertentu, yang menunjukkan pertumbuhan relatif lebih lambat, kurang invasif, dan kemungkinan metastasis (penyebaran sel kanker) yang lebih rendah dibandingkan dengan tumor ganas pada umumnya, disebut sebagai "tumor lambat". Contohnya adalah sebagian besar kanker tiroid yang terdiferensiasi dan kanker prostat.Para pakar memperingatkan bahwa meski para pasien penderita "tumor lambat" cenderung memiliki tingkat kelangsungan hidup yang relatif tinggi, tumor semacam itu tetap tidak boleh diremehkan.Dalam beberapa kasus, bahkan tumor yang tidak aktif pun dapat berubah menjadi bentuk yang lebih invasif, terutama ketika lingkungan tumor berubah atau lebih banyak mutasi genetik yang terakumulasi. Oleh karena itu, kuncinya adalah melakukan skrining dini, deteksi dini, dan pengobatan dini, menurut para pakar.Berkat promosi yang terus-menerus untuk skrining kanker, diagnosis dini, dan pengobatan dini di China, semakin banyak ‘tumor lambat’ yang terdeteksi secara dini, sehingga memungkinkan intervensi dini dan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup para pasien.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

CDC China: Varian JN.1 tidak tunjukkan perubahan patogenisitas yang mencolok
Indonesia
•
26 Jan 2024

Ilmuwan Australia ungkap gangguan pembersihan otak secara mandiri dapat picu Alzheimer
Indonesia
•
28 Jun 2025

Beijing targetkan kapasitas komputasi 200.000 PFLOP pada 2027 untuk dorong pertumbuhan AI
Indonesia
•
23 Jan 2026

Komputer Kuantum Superkonduktor Generasi ke-3 China catatkan 20 juta lebih kunjungan global
Indonesia
•
18 Feb 2025


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
