
Uni Afrika kecam serangan Houthi di Laut Merah, peringatkan ancaman bagi perdagangan global

Sebuah tanker pengangkut produk minyak bumi terlihat di Laut Merah di dekat pintu masuk Terusan Suez di Kegubernuran Suez, Mesir, pada 11 Maret 2026. (Xinhua/Ahmed Gomaa)
Addis Ababa, Ethiopia (Xinhua/Indonesia Window) – Uni Afrika (UA) pada Kamis (23/7) mengecam keras serangan yang diklaim dilakukan oleh kelompok Houthi Yaman terhadap kapal tanker minyak komersial di Laut Merah, seraya memperingatkan bahwa tindakan tersebut merupakan eskalasi berbahaya yang berdampak serius terhadap perdamaian dan keamanan regional.
Dalam sebuah pernyataan, Ketua Komisi UA Mahmoud Ali Youssouf menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dan menegaskan kembali "dukungan teguh UA terhadap keamanan, kedaulatan, dan stabilitas" negara tersebut.
Youssouf menekankan bahwa serangan terhadap kapal-kapal komersial dan setiap upaya yang menghalangi kebebasan lalu lintas maritim "merupakan ancaman serius terhadap keamanan maritim internasional dan stabilitas salah satu jalur perairan paling strategis di dunia."
Menggarisbawahi bahwa kebebasan navigasi dan keselamatan pelayaran komersial harus sepenuhnya dihormati sesuai hukum internasional, dia menegaskan keamanan rute maritim di Laut Merah sangat penting secara strategis bagi Afrika.
"Setiap gangguan terhadap pelayaran komersial berisiko merusak konektivitas maritim regional, rantai pasokan global, keamanan energi, serta kepentingan ekonomi banyak negara Afrika yang perdagangannya bergantung pada akses yang aman, terlindungi, dan tanpa gangguan ke jalur-jalur laut tersebut," kata Youssouf.
Dia menyerukan kepada kelompok Houthi untuk "segera menghentikan semua serangan terhadap kapal-kapal komersial, menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat kian memperuncing ketegangan, serta sepenuhnya menghormati hukum internasional yang mengatur navigasi maritim."
Pada Kamis, kelompok Houthi Yaman menyatakan bahwa pihaknya telah melancarkan operasi militer yang menargetkan dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, dengan klaim bahwa kapal-kapal tersebut melanggar pembatasan maritim yang baru-baru ini diumumkan oleh kelompok tersebut. Houthi menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut menjadi sasaran karena melanggar embargo yang diberlakukan oleh pasukan bersenjatanya terhadap kapal-kapal yang berlabuh di pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bangkok laporkan tingkat polusi udara yang tidak aman
Indonesia
•
16 Feb 2024

AS desak Rusia dikeluarkan dari G20, boikot beberapa pertemuan
Indonesia
•
07 Apr 2022

NHK: Semua orang dalam pesawat Japan Airlines yang terbakar di Bandara Haneda, Tokyo, dievakuasi
Indonesia
•
03 Jan 2024

Penulis naskah Hollywood mulai aksi mogok kerja kali pertama dalam 15 tahun
Indonesia
•
03 May 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
