
UNICEF ajukan dana darurat 1 miliar dolar AS bantu anak-anak di Tanduk Afrika

Para siswa pulang dari sekolah di Kota Laisamis, Marsabit County, Kenya, pada 26 Agustus 2022. (Xinhua/Dong Jianghui)
Dana darurat UNICEF sebesar lebih dari 1,6 miliar dolar AS pada 2023 ditujukan untuk memberikan bantuan yang menyelamatkan nyawa kepada lebih dari 39,8 juta orang, termasuk setidaknya 27 juta anak di Afrika bagian timur dan selatan.
Nairobi, Kenya (Xinhua) – Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) pada Senin (5/12) meluncurkan permohonan dana darurat senilai satu miliar dolar AS untuk menjangkau jutaan anak di kawasan Tanduk Afrika pada 2023.Revisi permohonan dana darurat UNICEF di seluruh Ethiopia, Kenya, dan Somalia adalah dari 879 juta dolar AS pada September menjadi satu miliar dolar AS untuk menutupi kebutuhan tahun 2023.Badan PBB tersebut mengatakan anak-anak di kawasan Tanduk Afrika itu mengalami kekeringan paling parah dalam sejarah belum lama ini di ketiga negara tersebut, serta konflik di Ethiopia utara.Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell mengatakan dampak buruk perubahan iklim merupakan ancaman yang selalu ada bagi anak-anak, "itulah sebabnya kami memprioritaskan adaptasi iklim dan pembangunan ketahanan sebagai bagian dari respons kemanusiaan kami.""Ini akan membantu kami menjangkau anak-anak yang hidup di tengah krisis saat ini sembari membantu mereka dan komunitas mereka mempersiapkan diri menghadapi krisis yang akan datang," katanya dalam sebuah pernyataan.
Para siswa mengikuti kelas di sebuah sekolah di Kota Laisamis, Marsabit County, Kenya, pada 26 Agustus 2022. (Xinhua/Dong Jianghui)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu Mesir dan utusan AS bahas rencana rekonstruksi Gaza
Indonesia
•
08 Mar 2025

Sejoli China sabet dua emas ski gaya bebas ‘aerial’, torehkan sejarah di Milan-Cortina
Indonesia
•
22 Feb 2026

Jurnalis sebut AS tak petik pelajaran penting dari pandemik COVID-19
Indonesia
•
10 Nov 2022

Opini – Meningkatkan literasi pelajar dengan buku gratis
Indonesia
•
02 Feb 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
