
UNICEF: Hampir 23 juta warga Afghanistan butuh bantuan kemanusiaan pada 2025

Sejumlah warga menunggu pemberi kerja di Kabul, Afghanistan, pada 29 Desember 2025. (Xinhua/Saifurahman Safi)
Kombinasi guncangan iklim, stagnasi ekonomi yang masih berlangsung, serta naiknya angka pengangguran telah secara signifikan meningkatkan kebutuhan kemanusiaan di seluruh Afghanistan.
Kabul, Afghanistan (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 22,9 juta orang di Afghanistan, termasuk sekitar 12 juta anak-anak, atau hampir separuh dari total populasi, membutuhkan bantuan kemanusiaan sepanjang tahun lalu, demikian disampaikan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dalam laporan terbarunya, menurut pemberitaan media TOLOnews pada Senin (16/2).
Menurut laporan tersebut, kombinasi guncangan iklim, stagnasi ekonomi yang masih berlangsung, serta naiknya angka pengangguran telah secara signifikan meningkatkan kebutuhan kemanusiaan di seluruh negeri.
Peristiwa cuaca ekstrem, termasuk kekeringan dan banjir yang berulang kali terjadi, memperparah kerentanan yang sudah ada, memperdalam kekurangan pangan, serta menambah tekanan pada layanan publik yang terbatas baik di kota-kota maupun distrik-distrik pedesaan, menurut laporan itu.
UNICEF juga menyoroti keterbatasan pendanaan yang serius, khususnya di sektor air dan sanitasi, kesehatan, serta gizi. Kekurangan ini memengaruhi penyediaan layanan dan meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan gangguan pasokan bahan penting yang menyelamatkan jiwa.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Lebih dari 400.000 orang mendaftar vaksinasi di Arab Saudi
Indonesia
•
21 Dec 2020

Moskow sebut keterlibatan pihak ketiga dalam konflik Palestina-Israel "berisiko tinggi"
Indonesia
•
11 Oct 2023

Bank Dunia, IMF bantu Ukraina dalam beberapa bulan mendatang
Indonesia
•
02 Mar 2022

Xi serukan bangun Laut China Selatan jadi laut perdamaian, persahabatan, dan kerja sama
Indonesia
•
19 Nov 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
