
Trump minta daftar "nama dan negara asal" mahasiswa asing di Harvard

Foto yang diabadikan pada 13 Februari 2024 ini menunjukkan Gedung Capitol di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Universitas Harvard saat ini memiliki hampir 6.800 mahasiswa dan cendekiawan internasional dari 140 lebih negara dan kawasan, yang sebagian besar dari mereka sedang menempuh studi tingkat pascasarjana.
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Ahad (25/5) mengatakan bahwa dia menginginkan "nama dan negara asal" dari setiap mahasiswa asing yang terdaftar di Universitas Harvard.Permintaan Trump itu dikemukakan hanya beberapa hari setelah seorang hakim federal menolak pemerintahan Trump untuk mencabut hak Harvard dalam menerima mahasiswa asing."Kami ingin tahu siapa saja mahasiswa asing itu, sebuah permintaan yang masuk akal karena kami memberi Harvard MILIARAN DOLAR, tetapi Harvard tidak sepenuhnya terbuka," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social. "Kami menginginkan nama dan negara asal mereka.""Mengapa Harvard tidak mengatakan bahwa hampir 31 persen dari mahasiswa mereka berasal dari NEGARA ASING, namun negara-negara tersebut, beberapa di antaranya sama sekali tidak bersahabat dengan AS, TIDAK membayar apa-apa untuk pendidikan mahasiswa mereka, dan mereka juga tidak pernah berniat untuk melakukannya," tulis Trump pada Minggu tersebut. "Tidak ada yang mengatakan itu kepada kami!"Trump juga meminta salah satu institusi bagian dari Ivy League tersebut untuk berhenti mengajukan permohonan dana federal lebih lanjut.Pada Kamis (22/5), Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengumumkan bahwa pihaknya akan mencabut sertifikasi Harvard untuk Student and Exchange Visitor Program (SEVP), yang secara efektif melarang universitas itu menerima mahasiswa asing. Semua mahasiswa asing yang ada saat ini harus pindah ke universitas lain atau kehilangan status legal mereka.Harvard kemudian segera mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS, dan seorang hakim federal di Massachusetts pada Jumat (23/5) mengeluarkan perintah penangguhan sementara yang mencegah pemerintah memberlakukan larangan tersebut sembari menunggu sidang lengkap.Data Harvard menunjukkan bahwa hingga semester musim gugur 2023, mahasiswa asing mencakup lebih dari 27 persen dari total mahasiswa yang terdaftar. Universitas tersebut saat ini memiliki hampir 6.800 mahasiswa dan cendekiawan internasional dari 140 lebih negara dan kawasan, yang sebagian besar dari mereka sedang menempuh studi tingkat pascasarjana.Mahasiswa asing merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi institusi-institusi pendidikan tinggi di AS.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pakar WHO serukan respons yang lebih cepat terhadap perubahan iklim
Indonesia
•
08 Nov 2022

COVID-19 – China pasok 189 juta dosis vaksin untuk 27 negara Afrika
Indonesia
•
24 Aug 2022

Ilmuwan: Penambangan kobalt pengaruhi peningkatan cacat lahir di Kongo
Indonesia
•
05 Apr 2021

Potret Timur Tengah – Makanan amal bantu warga jalankan ibadah puasa
Indonesia
•
28 Mar 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
