
Pakar serukan kerja sama internasional perangi influenza dalam Konferensi Influenza Dunia 2024

Foto yang diabadikan pada 6 Juli 2024 ini menunjukkan suasana Konferensi Influenza Dunia (World Influenza Conference) 2024 yang digelar di Boao, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua/Li Duojiang)
Upaya pencegahan dan pengendalian influenza global saat ini masih menghadapi banyak tantangan yang disebabkan oleh perubahan iklim global, urbanisasi, intensifikasi peternakan, dan perdagangan lintas perbatasan yang lebih mudah.
Haikou, China (Xinhua) – Para pakar menyerukan kerja sama internasional untuk memerangi influenza dan penyakit menular pada saluran pernapasan dalam sebuah konferensi yang digelar di Hainan, provinsi kepulauan di China selatan.Mengusung tema ‘Pencegahan dan Pengendalian Terpadu Dari Influenza hingga Penyakit Menular pada Saluran Pernapasan’ (Integrated Prevention and Control From Influenza to Respiratory Infectious Diseases), Konferensi Influenza Dunia (World Influenza Conference) 2024 ditutup pada Ahad (7/7) di Boao, sebuah kota pesisir di Hainan.Acara yang berlangsung selama dua hari itu mempertemukan sekitar 100 pakar pencegahan dan pengendalian influenza serta tenaga profesional di bidang kesehatan masyarakat dari dalam maupun luar negeri.Mereka bertukar dan berbagi teknologi pencegahan dan pengendalian global yang canggih guna meningkatkan kapasitas respons pandemik, yang bertujuan untuk membangun konsensus internasional mengenai bahaya influenza dan pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit itu.Menurut konferensi tersebut, sistem pemantauan influenza China menjadi salah satu sistem pemantauan aktif terhadap penyakit menular yang paling ekstensif dan efektif di dunia. Sistem itu dapat mengetahui level aktivitas influenza dan tren epidemi secara waktu nyata (real-time) serta memberikan basis ilmiah untuk penelitian dan pengembangan reagen global, pemilihan vaksin, dan penggunaan obat.Li Bin, wakil ketua Komisi Kesehatan Nasional China sekaligus presiden Asosiasi Obat-Obatan Preventif China (Chinese Preventive Medicine Association), mengatakan China telah berpartisipasi secara aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian influenza global. Bentuk partisipasi tersebut meliputi melaporkan epidemi secara tepat waktu, berbagi galur (strain) virus, dan mendukung peningkatan kapasitas di negara-negara berkembang untuk pencegahan dan pengendalian influenza.Para partisipan juga memaparkan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian influenza global saat ini masih menghadapi banyak tantangan yang disebabkan oleh perubahan iklim global, urbanisasi, intensifikasi peternakan, dan perdagangan lintas perbatasan yang lebih mudah.Sementara itu, mutasi dan rekombinasi virus influenza terus terjadi di seluruh dunia, dan penularan wabah influenza yang berasal dari hewan pada manusia juga terjadi dari waktu ke waktu, yang berarti risiko pandemi influenza selalu ada.
Para pakar menghadiri Konferensi Influenza Dunia (World Influenza Conference) 2024 di Boao, Provinsi Hainan, China selatan, pada 6 Juli 2024. (Xinhua/Li Duojiang)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Anak panda raksasa kedua lahir di Kebun Binatang Ouwehands, Belanda
Indonesia
•
17 Jul 2024

Terinspirasi dari sholat lima waktu, pengusaha Jepang buat ‘masjid keliling’
Indonesia
•
21 Apr 2025

Tajuk Xinhua: China bangun sistem taman nasional terbesar di dunia (Bagian 2 - selesai)
Indonesia
•
13 Feb 2023

Mantan anggota unit perang kuman Jepang kembali ke China untuk menguak kejahatan perang
Indonesia
•
14 Aug 2024


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
